Dua Korea akan kembali bertemu

Sumber gambar, AP
Utusan dua Korea dijadwalkan akan bertemu di Beijing guna memulai lagi upaya untuk mengembalikan pembicaraan negosiasi penghentian persenjataan nuklir Korea Utara.
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyatakan akan mengirim utusannya Wi Sung-lac untuk bertemu Ri Yong Ho seorang wakil senior Kementerian Luar Negeri Korea Utara pekan depan.
Pertemuan ini tampaknya menjadi sebuah kemajuan baru setelah sebelumnya kedua negara sempat bertemu dalam forum keamanan regional di Indonesia.
Pertemuan ini juga meningkatkan harapan atas pembicaraan enam pihak yang dihentikan sejak Desember 2008 bisa dimulai kembali.
Tetapi, meski pertemuan pekan depan ini akan berlangsung di Beijing tetapi Cina enggan memberikan konfirmasi tempat pasti pelaksanaannya.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina Jiang Yu mengatakan Cina akan menggelar simposium internasional untuk memperingati enam tahun perjanjian pembicaraan penghentian program pelucutan senjata nuklir tahun 2005 yang melibatkan enam pihak termasuk dua Korea, Amerika Serikat, Cina, Rusia dan Jepang.
Saat simposium inilah dipercaya kedua utusan Korea akan bertemu.
Semua perwakilan dari enam negara dilaporkan turut serta dalam simposium ini, termasuk kepala perunding Cina Wu Dawei.
Cina selama ini dikenal sebagai sekutu utama dan penyokong ekonomi Korea Utara. Beijing juga beberapa kali mendesak Korea Utara untuk kembali dalam pembicaraan penghentian program nuklir.
Sementara Amerika Serikat dikabarkan hanya akan mengirim seorang ''pekerja sekelas peninjau'' dari kedutaan AS di Beijing.
Tidak jelas apakah Rusia dan Jepang juga akan mengirim utusan tingkat rendah dalam pertemuan ini.
Komitmen Utara

Sumber gambar, AFP
Kementerian Luar Negeri Korea menyatakan kemungkinan pertemuan ini akan berlangsung di pertengahan minggu depan seraya menambahkan bahwa pertemuan ini bisa menjadi kesempatan bagi Korea Utara untuk ''menegaskan kebulatan tekad'' untuk melucuti program persenjataan nuklir mereka.
Washington dan Seoul selama ini beberapa kali meminta Korut untuk kembali dalam pembicaraan internasional, meningkatkan hubungan diantara dua Korea dan kejujuran dari Korea Utara untuk mematuhi komitmen awal yang dibuat dalam perundingan nuklir sebelumnya.
Ada juga kekhawatiran atas upaya terbaru Korut dalam program pengayaan uranium, yang dipandang sebagai salah satu cara untuk membuat bom atom.
Seoul dan Washington hingga saat ini belum mengubah pendirian yang menginginkan Pyongyang menunjukan langkah maju terkait pelucutan senjata nuklir sebelum pembicaraan kembali dilanjutkan.
"Korea Utara harus menunjukan sikap yang serius dalam menghormati komitmen denuklirisasi,'' demikian isi pernyataan Kementerian Luar Negeri Korsel.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Il bulan lalu melakukan perjalanan akhir pekan ke Rusia dan Cina.
Saat bertemu Presiden Dmitry Medvedev di Russia, Kim dilaporkan menyatakan Korut bersedia untuk menunda produksi nuklir dan kembali dalam pembicaraan enam pihak.
Pelanggaran
Tetapi ada keraguan apakah hal itu bisa terlaksana, mengingat sejumlah komitmen juga dilanggar oleh Korea Utara.
Korut pernah berjanji untuk membekukan uji coba misil jarak jauh pada tahun 1999, tetapi masih rutin melakukan uji coba misil meski dalam jarak pendek, dan pada April 2009 meluncurkan roket misil jarak jauh.
Korut juga meluncurkan uji coba nuklir tahun 2009 dan yang terbaru pada tahun 2010 Korut diyakini menyerang kapal perang Korsel dengan torpedo yang menewaskan 46 awaknya.
Insiden penembakan itu menimbulkan ketegangan di semenanjung Korea.
Tetapi akhir-akhir ini ketegangan ini mengendur. Seoul mengijinkan sekelompok pemimpin keagamaan dan seorang musisi mengunjungi Korea Utara awal bulan ini.
Dua kepala perusahaan gas kedua negara juga dilaporkan bertemu di Moskow, berbicara secara terpisah dengan pejabat Rusia untuk membicarakan pembangunan saluran pipa gas di semenanjung Korea.
Dalam perjanjian itu dikabarkan ada kesepakatan dimana Korut bisa mendapatkan dana dengan mengijinkan saluran pipa melewati kawasannya, sementara Korsel bisa mengurangi biaya impor dari Rusia.





























