Pasukan NTC gempur kota kelahiran Gaddafi

Pasukan NTC

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pasukan NTC telah mengepung Sirte dalam beberapa pekan ini

Pasukan Dewan Peralihan Nasional Libia (NTC) melancarkan serangan baru ke Sirte, kota yang dikuasai para pendukung Gaddafi.

Pusat kota dihujani tembakan roket dan tank setelah tidak ada kontak senjata dalam dua hari terakhir.

Ratusan warga sipil meninggalkan Sirte namun para petugas bantuan kemanusian mengkhawatirkan masih ada ribuan orang yang tidak bisa atau tidak mau meninggalkan kota tersebut.

Di Libia selatan lebih dari 1.200 migran Afrika diungsikan ke Chad.

Pasukan NTC mengerahkan hampir semua persenjataan yang mereka miliki dalam upaya memukul mundur para pendukung Gaddafi yang berhasil mempertahankan Sirte dalam tiga pekan ini.

Namun pasukan NTC sejauh ini tidak mencatat kemajuan penting di Sirte, kata wartawan BBC Jonathan Head di kota tersebut.

Menguasai medan

Seorang komandan NTC kepada BBC mengatakan serangan besar-besaran telah dimulai namun ia tidak tahu kapan Sirte bisa dikuasai sepenuhnya.

"Di Sirte pertempuran berlangsung dari satu gedung ke gedung lainnya. Lawan yang dihadapi NTC sangat menguasai medan dan mereka tidak gampang menyerah," kata Head.

"Pasukan NTC mengatakan ini akan menjadi serangan terakhir, namun tidak bisa dipastikan apakah setelah serangan ini kota Sirte benar-benar bisa dikuasai," katanya.

Sirte adalah kota kelahiran Gaddafi, pemimpin Libia yang terguling. Keberadaannya sejauh ini tidak diketahui.

NTC mematuhi gencatan senjata hingga hari Minggu (2/10) untuk memberi kesempatan kepada warga untuk meninggalkan kota sebelum serangan baru dilancarkan.

Sirte adalah satu dari dua kota yang masih berada di tangan kekuatan pendukung Gaddafi.