Pasukan NTC kuasai bandara Sirte

Sumber gambar, Reuters
Pasukan transisi Libia berhasil mengambil alih bandara kota Sirte, tempat kelahiran Muammar Gaddafi.
Saat menggempur bandara, pasukan anti Gaddafi menghancurkan bangunan terminal dan merubuhkan sejumlah simbol rezim Gaddafi.
Pasukan pendukung Gaddafi selama ini terus melakukan perlawanan di Sirte sejak pasukan pendukung Dewan Transisi Nasional (NTC) melancarkan serangan.
Dua pekan lalu pasukan NTC sempat menguasai bandara Sirte, yang berjarak dekat dari pusat kota, tetapi kemudian dipukul mundur pasukan Gaddafi.
Tetapi Wartawan BBC Jonathan Head melaporkan, kemungkinan kali ini pasukan NTC akan tetap bertahan meski masih ada serangan lanjutan dari sisi lain landasan pacu.
Strategi yang dilakukan pasukan NTC adalah mengepung dari sisi barat dan timur dengan harapan mendorong pasukan loyalis Gaddafi ke laut dan menekannya ke kawasan yang lebih kecil di pusat kota.
Pasukan NTC saat ini juga berhasil menguasai pelabuhan Sirte.
Pertempuran hingga Kamis (29/09) masih berlangsung, pesawat Nato melancarkan serangan udara ke target militer termasuk ke fasilitas yang diduga sebagai gudang persenjataan pasukan Gaddafi
Ekstradisi

Sumber gambar, Reuters
Keberadaan Gaddafi sendiri hingga saat ini masih belum diketahui, tetapi sejumlah anggota keluarganya telah meninggalkan Libia.
Anaknya Saadi kini berada di Niger, dan Perdana Menteri Niger mengatakan dia tidak akan diekstradisi meski ada surat perintah penangkapan.
Surat penangkapan Interpol untuk Saadi Gaddafi menyebutkan bahwa dia tersangka penyalahgunaan kekuasaan dan melakukan intimidasi militer ketika memimpin Federasi Sepak bola Libia.
Interpol juga menyatakan Saadi selaku komandan militer juga dituduh terlibat dalam kekerasan terhadap sipil. Dia juga menjadi subyek larangan bepergian dari PBB dan asetnya dibekukan.
Interpol menyatakan dia diketahui berada di Niger dan mendesak agar dia dikembalikan ke Libia.
Tetapi Perdana Menteri Niger Brigi Rafini di Prancis mengatakan Saadi Gaddafi aman dan ''berada ditangan pemerintahan Niger'' di ibukota Niamey.
"Tidak ada pertanyaan tetang dia di ekstradisi ke Libia saat ini,'' kata Rafini, sekaligus menambahkan bahwa Saadi tidak akan menjalani persidangan yang adil jika dikembalikan ke Libia.
Perintah penangkapan Interpol juga berlaku bagi Muammar Gaddafi dan anaknya yang lain, Saif al-Islam.
Sirte dan Bani Walid merupakan pertahanan terakhir pasukan loyalis Gaddafi.
Pejabat NTC meyakini Gaddafi bersembunyi di gurun selatan Libia.
Salah satu anaknya Mutassim, mungkin ada di Sirte, sementara Saif al-Islam ada di Bani Walid.
Sementara istri Gaddafi sudah berada di Aljazair.





























