Kota kelahiran Gaddafi terus digempur

sirte

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pasukan NTC sejauh ini belum bisa menguasai kota Sirte

Pasukan pemerintah sementara di Libia (NTC) hari Sabtu (8/10) kembali melancarkan serangan ke pusat kota Sirte, salah satu kubu terakhir kelompok pendukung Gaddafi.

Para komandan NTC mengatakan kawasan-kawasan yang direbut hari Jumat bisa dipertahankan.

Mereka menunggu kiriman bantuan tank dan senjata untuk merebut wilayah-wilayah yang masih dikuasai kelompok Gaddafi.

Mereka mengatakan begitu distrik-distrik tersebut bisa direbut, pasukan NTC akan bergerak maju.

Wartawan BBC di Sirte Jonathan Head mengatakan pasukan NTC seperinya kesulitan untuk menguasai sepenuhnya kota ini.

"Beberapa unit pasukan terpaksa mundur dari posisi-posisi mereka tadi malam karena menghadapi perlawanan sengit dari para pendukung Gaddafi yang memiliki persenjataan lengkap," kata Head.

Wartawan BBC mengatakan ada masalah koordinasi di kalangan pasukan NTC sehingga kemajuan tidak sebanyak yang diharapkan.

Tim medis mengatakan setidaknya 12 orang tewas dan banyak lainnya luka-luka sejak pasukan anti-Gaddafi melancarkan serangan besar-besaran ke Sirte, kota kelahiran pemimpin Libia yang digulingkan, Kolonel Gaddafi.

Beberapa warga yang khawatir dengan keselamatan mereka meninggalkan Sirte.

Pasukan NTC mengatakan warga sipil Sirte akan diperlakukan secara baik-baik.

Namun tak sedikit warga yang memilih bertahan dan bertempur melawan pasukan NTC.