AS tuduh agen Iran terlibat dalam rencana serangan teroris

Sumber gambar, BBC World Service
Amerika Serikat menyatakan berhasil menggagalkan upaya serangan teroris yang didalangi oleh agen Iran.
Amerika menyebut dua orang asal Iran didakwa dengan tuduhan konspirasi pembunuhan duta besar Arab Saudi di Washington.
Dua orang tersebut diketahui bernama Manssor Arbabsiar, seorang warga naturalisasi AS berusia 56 tahun yang memiliki dua paspor, Iran dan Amerika, dan Gholam Shakuri yang diyakini sebagai anggota pasukan khusus Iran.
Jaksa Agung AS Erik Holder mengatakan rencana serangan itu dibuat oleh pasukan Quds Iran, yang merupakan bagian dari Pasukan Garda Revolusi.
Selama ini Iran memang masuk dalam daftar hitam AS dengan sebutan ''negara pendukung'' teroris sejak tahun 1984.
Komedi propaganda
Erik Holder mengatakan rencana serangan atas duta besar Saudi dengan menggunakan bahan peledak itu sebagai ''pelanggaran yang menyolok atas undang-undang AS dan internasional yang didukung oleh Iran.''
Arbabsiar ditangkap di bandara John F Kennedy, New York pada tanggal 29 September, ''dia mengaku keterlibatannya dalam rencana serangan ini,''kata Holder.
Sementara Shakuri disebutnya masih berada di Iran.
Pejabat AS mengatakan pada tanggal 24 Mei 2011, Arbabsiar menghubungi seorang informan di Badan Penanggulangan Narkoba AS yang berperan sebagai seorang anggota kartel narkoba Meksiko.
Setelah beberapa kali pertemuan muncul sebuah konspirasi yang melibatkan anggota pemerintahan Iran yang disebut-sebut membayar US$1,5 juta untuk pembunuhan duta besar Arab Saudi Adel al-Jubeir di wilayah AS.
Saat dihadirkan dalam persidangan Selasa (11/10/11), Arbabsiar mengungkapkan bahwa rencana pembunuhan itu dilakukan di sebuah restoran terkenal, walaupun dengan kemungkinan adanya korban massal.
Rencana serangan itu dilakukan dengan menggunakan bom, kata Holder. Tetapi dia menambahkan bahwa tidak ada bahan peledak yang berhasil ditanam dan publik terselamatkan dari bahaya.
Tapi kantor berita Iran, IRNA, melaporkan bahwa tuduhan tersebut sebagai ''kampanye propaganda'' pemerintah AS terhadap Teheran.
Tuduhan itu merupakan ''acara komedi yang dibuat Amerika,'' kata juru bicara kementerian luar negeri Iran Ramin Mehmanparast.





























