Protes berdarah di Yaman telan sembilan korban

Demosntran di Yaman

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Puluhan demonstran yang luka-luka diangkut dengan ambulans ke rumah sakit lapangan

Unjuk rasa menentang Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh pecah kembali di Sanaa, dan menyebabkan paling tidak sembilan demonstran tewas dan puluhan lainnya luka-luka, menurut para dokter dan pejabat.

Puluhan ribu orang melakukan unjuk rasa di pusat kota dan dihadapi pasukan keamanan dengan peluru tajam, gas air mata dan meriam air.

Presiden Saleh menghadapi protes antipemerintah dalam delapan bulan terakhir.

Para saksi mata di Sanaa mengatakan para pengunjuk rasa menyerukan mundurnya presiden Saleh.

Puluhan orang yang terluka diangkut dengan ambulans ke rumah sakit lapangan.

Presiden Saleh sejauh ini menolak seruan dari banyak negara Barat untuk mengundurkan diri, walaupun ia sempat menyatakan siap untuk lengser.

Tanggal 8 Oktober lalu dalam pidato yang disiarkan televisi, Salah mengatakan, "Saya akan meninggalkan kekuasaan dalam beberapa hari ini."

Presiden Saleh kembali ke Yaman bulan lalu dari Arab Saudi untuk menjalani pengobatan setelah cedera karena serangan Juni lalu.

Selain protes jalanan, ia juga menghadapi perlawanan dari sejumlah unit-unit tentara.

Presiden Saleh berulang kali menolak perjanjian transisi yang ditengahi negara-negara Teluk.

Perjanjian transisi yang pertama diajukan Maret lalu mencakup penyerahan kekuasaan kepada wakil presiden dengan imbalan kekebalan dari penuntutan.