Ledakan tangki minyak di Afghanistan

Truk tangki minyak

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Tangki ini meledak karena bom magnet yang diledakkan di truk, kata para pejabat

Paling tidak 12 orang tewas dan 33 lainnya terluka dalam ledakan tangki minyak di Afghanistan utara.

Juru bicara pemerintah daerah Parwan mengatakan sekitar 60 sampai 70 orang mencoba mencuri minyak setelah ledakan itu menyebabkan kebocoran pada tangki. Tangki terbakar dalam ledakan kedua.

Gubernur provinsi Parwan Basir Salangi mengatakan kejadian itu merupakan "serangan teroris" dan tujuannya adalah meledakkan tangki di bandar udara Bagram.

Bagram adalah pangkalan terbesar untuk pasukan Amerika di Afghanistan.

Gubernur Salangi mengatakan kepada BBC, "Ledakan itu adalah akibat bom magnet yang dilekatkan di tangki."

Korban tewas dan korban luka adalah akibat "ledakan besar yang menyebabkan kebakaran besar," katanya.

Seorang petani setempat, Ajmal mengatakan kepada kantor berita Reuters, "Saya dengar ledakan kecil dan saat saya keluar saya melihat tangki itu bocor."

"Beberapa menit kemudian, orang-orang keluar dengan ember untuk menampung minyak dan kemudian api menyebar," tambah Ajmal.

Korban meningkat

Beberapa mobil dan motor yang diparkir tidak jauh dari tempat itu juga terbakar.

Para pejabat kesehatan mengatakan jumlah orang yang meninggal dapat bertambah karena sebagian besar korban luka dalam kondisi parah.

Belum ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab atas pemboman itu.

Sebagian besar serangan Taliban mencari sasaran pasukan NATO dan sering terjadi di Afghanistan timur dan selatan.

Namun taktik yang sama dilaporkan juga digunakan sebelumnya dalam upaya menyerang pangkalan udara Bagram.

Hari Minggu lalu, Menteri Dalam Negeri Afghanistan, Bismullah Khan, selamat dari serangan bom bunuh diri terhadap konvoinya di provinsi Parwan.

Pada menit-menit terakhir menjelang keberangkatannya ia memutuskan tidak mengikuti konvoi.