Anak Gaddafi mengaku tak bersalah

Sumber gambar, Reuters
Saif al-Islam, anak lelaki mantan pemimpin Libia Muammar Gaddafi, mengatakan dia tidak bersalah atas tuduhan kejahatan kemanusiaan.
Sebelumnya diberitakan bahwa Jaksa penuntut Mahkamah Kejahatan Internasional, ICC, Luis Moreno-Ocampo telah berbicara dengan Saif al-Islam melalui perantara.
ICC menyatakan Saif al-Islam, terlibat dalam kejahatan saat konflik Libia, dan akan menjalani persidangan yang adil.
Keberadaan Saif al-Islam, 39 tahun, hingga saat ini masih belum diketahui.
Laporan terbaru menyebutkan lelaki yang pernah disebut sebagai penerus tahta ayahnya itu berada dalam rombongan yang melintas di gurun arah perbatasan Niger, tempat dimana keluarga Gaddafi lainnya telah melarikan diri.
Tetapi laporan itu tidak dapat dikonfirmasi kebenarannya, dan ICC mengatakan tidak mengetahui keberadaannya.
Kekhawatiran jaksa
Moreno-Ocampo kepada Reuters mengatakan hubungan komunikasi dengan Saif al-Islam berhasil dilakukan melalui perantara, tanpa mengungkap identitas sang perantara.
"Ada beberapa orang yang berhubungan dengan dia yang berhubungan dengan orang yang terkait dengan kami, jadi kami tidak memiliki komunikasi langsung,'' kata Ocampo.
Dia menambahkan, ''Tetapi kami mempercayai orang yang berhubungan dengan kami. Dia mengatakan dia (Saif al-Islam) tidak bersalah, dia akan membuktikannya.''
Moreno-Ocampo awalnya menyatakan kekhawatiran kalau Saif al-Islam mungkin akan memutuskan menolak untuk menyerah ke ICC dan mencoba untuk kabur ke negara tetangga atas bantuan loyalis Gaddafi.
ICC membantah adanya kesepakatan yang diatur dengan Saif al-Islam, dengan menekankan bahwa tujuan dari pembicaraan adalah untuk menjamin bahwa perintah penangkapan dilakukan.
Perintah penangkapan ICC dikeluarkan untuk Saif al-Islam pada bulan Juni dengan tuduhan pembunuhan dan penyiksaan.
Dalam dokumen itu diklaim bahwa dia memegang peran penting dalam serangan sistematis ke sipil di sejumlah kota di Libia yang dilakukan oleh pasukan keamanan Gaddafi di bulan Februari silam.
Moreno-Ocampo mengatakan ICC mendapatkan informasi melalui ''saluran informal'' bahwa pasukan bayaran telah menawarkan Saif al-Islam untuk dibawa ke sebuah negara yang tidak menandatangani statuta ICC.
Laporan menyebutkan Zimbabwe sepertinya akan menjadi tujuan akhir Saif al-Islam jika dia memilih untuk menghindari ICC.
Presiden Zimbabwe Robert Mugabe merupakan kawan lama Muammar Gaddafi.





























