Pasar saham turun menanggapi referendum Yunani

Sumber gambar, Reuters
Pasar saham dunia turun sehari setelah Yunani mengumumkan akan menggelar referendum bantuan keuangan guna mengatasi krisis keuangan negara itu.
Indeks FTSE di bursa London diperdagangkan dengan penurunan nilai mencapai 2,5%, sementara di Frankfurt indeks Dax turun 3,8% dan Cac-40 di Paris mengalami penurunan 3,3%.
Sebelumnya di pasar Asia, dua indeks utama juga turun, Nikkei di Tokyo sebesar 1,7% dan Hang Seng tururn sampai 2,5%.
Jajak pendapat di Yunani memperkirakan sebagian besar warga Yunani tidak mendukung paket penghematan yang menjadi syarat bagi bantuan tersebut.
Perdana Menteri Yunani George Papandreou hari Senin (31/10), sudah menegaskan kepara parlemen bahwa rakyat Yunani yang akan memutuskan tentang bantuan tersebut.
"Kita memiliki tugas untuk memberi prioritas dan menggarisbawahi peran serta tanggung jawab rakyat dengan memperlihatkan secara praktis tidak hanya rasa hormat kita tapi juga pemikiran mendasar bahwa rakyat adalah sumber dari kekuatan dan keberadaan kita," kata Papandreou di depan para anggota parlemen.
"Hal itu, rekan-sekan sekalian, adalah referendum," tutur Papandreou di depan parlemen.
Diperkirakan referendum baru bisa digelar pada Januari tahun depan yang akan menciptakan ketidakpastian di pasar selama beberapa bulan mendatang.
Risiko gagal bayar
Pekan lalu para pemimpin negara pengguna mata uang euro sudah sepakat untuk menyalurkan bantuan sebesar 100 miliar euro atau sekitar US$140 miliar untuk Athena dan menghapuskan 50% utangnya.
Namun bantuan itu baru akan dicairkan jika Yunani menempun langkah-langkah pengetatan ekonomi lebih lanjut -yang ditentang oleh sejumlah warga Yunani dengan gelombang aksi unjuk rasa.
Langkah pengetatan yang harus ditempuh pemerintah Yunani antara lain pemotongan gaji bagi bagi pekerja sektor layanan umum, peningkatan pajak, dan pengurangan pensiun.
Dan keputusan untuk menggelar referendum ini mengangkat keraguan apakah kesepakatan bantuan itu bisa diwujudkan atau tidak.
Jika memang hasilnya kelak menentang langkah pengetatan, ada kekhawatiran akan menndorong Yunani pada situasi gagal bayar.
Beberapa pihak juga melihat referendum ini sebagai referendum atas penggunaan mata uang euro, yang bisa membawa dampak politik bagi kesatuan negara-negara pengguna mata uang tersebut.





























