Putra Gaddafi mendapatkan suaka di Niger

al-saadi

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Saadi melarikan diri ke Niger setelah Tripoli direbut pasukan NTC.

Presiden Niger Mahamadou Issoufou mengatakan pihaknya memperlakukan al-Saadi, salah satu putra almarhum Kolonel Gaddafi, sebagai pengungsi.

Presiden Issoufou mengatakan al-Saadi diterima berdasarkan pertimbangan kemanusiaan.

"Kami memberi suaka kepada Saadi atas dasar kemanusiaan," kata Presiden Issoufou di sela-sela kunjungan ke Afrika Selatan, hari Jumat (11/11).

Al-Saadi meninggalkan Libia Agustus lalu ketika pasukan pemerintah makin terdesak oleh pasukan Dewan Peralihan Nasional (NTC).

Ia melarikan diri ketika Tripoli jatuh ke tangan pasukan NTC.

Pemerintah baru di Libia meminta al-Saadi dipulangkan karena diduga melakukan tindak pidana saat memimpin yayasan sepak bola Libia.

Saif Gaddafi

Perdana Menteri Niger Brigi Rafini September lalu mengatakan pemerintahnya akan mengekstradisi Saadi bila ada jaminan yang bersangkutan mendapatkan proses hukum yang adil di Libia.

Selain membenarkan telah menerima Saadi, Presiden Issoufou juga membantah spekulasi bahwa Saif al-Islam, anak Gaddafi lain yang sebelumnya disebut-sebut akan menggantikan sang ayah, berada di Niger.

"Sikap kami bisa diketahui kalau ia (Saif) benar-benar berada di Niger," jelas Issoufou.

"Kami akan mendasarkan sikap kami pada peraturan dan hukum internasional," tandasnya.

Saif dicari oleh Mahkamah Kejahatan Internasional atas perannya menumpas gerakan perlawanan rakyat Libia.

Keberadaan Saif sejauh ini tidak diketahui dan diyakini berada di pedalaman padang pasir di perbatasan antara Libia dan Niger.