Akademisi diangkat jadi PM baru Libia

Sumber gambar, Reuters
Dewan Transisi Nasional (NTC) yang kini menjadi pemerintah sementara Libia, mengangkat seorang akademisi asal Tripoli, Abdurrahman al-Keib sebagai perdana menteri yang baru.
Abdurrahman al-Keib, akademisi dengan spesialiasai teknik kelistrikan, mengalahkan delapan kandidat lainnya dengan menerima 26 dari 51 suara dari anggota NTC.
Wartawan BBC di Tripoli, Katya Adler melaporkan Keib dipandang sebagai calon yang memenuhi semua konsensus yang diharapkan bisa mengatasi persaingan di dalam tubuh NTC.
Keib yang menggantikan posisi Mahmoud Jibril itu diharapkan menunjuk kabinetnya dalam beberapa hari ke depan.
Kabinet ini akan menjadi bagian dari pemerintahan sementara yang mengendalikan Libia hingga digelarnya pemilu parlemen delapan bulan mendatang dan pemilu multi partai pada 2013.
Masa depan
Juru bicara Jalal el-Gallal mengatakan NTC ingin membentuk pemerintahan sementara setelah tergulingnya Gaddafi karena para anggota NTC mulai kehilangan arah.
"Pemilihan ini membuktikan rakyat Libia mampu membangun masa depan," kata Ketua NTC, Mustafa Abdel Jalil.
Pengumuman pemilihan perdana menteri baru ini dilakukan hanya beberapa jam setelah NATO mengumumkan penghentian operasi militernya pada Senin (31/10) tengah malam waktu Libia.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen mengunjungi Tripoli dan menyatakan NATO merasa bangga bisa terlibat dalam perlawanan rakyat Libia.
Meski telah menghentikan operasinya di Libia, Rasmussen menjamin NATO tetap akan membantu negeri itu mereformasi sistem pertahanan dan keamanannya.
Namun untuk saat ini PBB yang akan memimpin program bantuan internasional di Libia.





























