Pangkalan militer Suriah diserang tentara pembelot

Kursi delegasi Suriah di Liga Arab kosong

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Delegasi pemerintah Suriah tidak hadir dalam pertemuan Menlu Liga Arab di Rabbat, Maroko.

Sejumlah tentara Suriah yang membelot menyerang satu pangkalan militer utama di Harasta, di pinggiran ibukota Damaskus, Rabu 16 November.

Sebagian gedung Intelijen milik Angkatan Udara yang terkenal itu rusak namun dilaporkan tidak ada korban jiwa.

Serangan ini merupakan yang terbesar yang dilakukan kelompok tentara yang membelot, yang menyebut diri sebagai Tentara Pembebasan Suriah (FSA) sejak unjuk rasa antipemerintah marak, Maret 2011.

Seorang penduduk Harasta mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa dia mendegar sejumlah ledakan dan suara senapan mesin ketika kontak senjata berlangsung.

FSA sebelumnya sudah melakukan sejumlah serangan atas sasaran-sasaran militer dalam waktu beberapa pekan belakangan, namun serangan di Harasta memiliki makna politis yang besar.

Intelijen Angkatan Udara merupakan salah satu lembaga yang ditakuti dan terlibat dalam penindasan terhadap para pengunjuk rasa.

Selain itu Harasta berada di pinggiran ibukota Damaskus, yang sejauh ini relatif tidak diguncang oleh aksi unjuk rasa.

Perwira rendah

Gambar Presiden Bashar al-Assad

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pemerintah Suriah mengecam pembekuan keanggotaan oleh Liga Arab.

Kelompok tentara yang membelot terbentuk beberapa bulan lalu dan pada pertengahan Oktober lalu mengaku sudah memiliki 15.000 anggota.

Sebagian besar yang membelot merupakan perwira rendah yang menolak perintah atasan untuk menembak warga sendiri.

Mereka menyatakan tujuannya adalah bekerja sama dengan warga Suriah untuk menggulingkan pemerintah dan berdiri menghadapi mesin militer yang tidak bertanggung jawab, yang melindungi rezim penguasa.

Dewan Nasional Suriah, organisasi yang didirikan kelompok perlawanan mengatakan komandan FSA, Riad Assad sudah kembali ke Suriah dan memimpin operasi perlawanan.

Sebelumnya Assad berada di Turki selama beberapa bulan.

Sementara itu para menteri luar negeri Liga Arab akan melakukan pertemuan di Maroko, antara lain membahas langkah yang akan diambil atas tindakan aparat keamanan dalam menangani pengunjuk rasa.

Perwakilan Suriah tidak hadir dalam pertemuan itu, karena Liga Arab sudah membekukan keanggotaan Suriah, yang dikecam oleh pemerintah Presiden Bashar al-Assad.

Liga Arab memutuskan pemerintah Damaskus tidak menetapi janji untuk menghentikan operasi keamanan di kawasan-kawasan yang dilanda unjuk rasa.

PBB memperkirakan korban jiwa yang jatuh sejak delapan bulan lalu mencapai 3.500 orang dan pemerintah Suriah mengatakan mereka melawan kelompok militan bersenjata.