Serangan di Pakistan tewaskan 14 tentara

Provinsi Balukistan, Pakistan

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Provinsi Balukistan menghadapi militansi kelompok separatis, sektarian, maupun Taliban.

Sedikitnya 14 tentara Pakistan tewas dan 10 lainnya terluka dalam serangan sekelompok pria bersenjata di Provinsi Balukistan, Pakistan barat daya.

Serangan terjadi di kawasan yang kaya dengan sumber tambang, yang beberapa waktu belakangan dilanda sejumlah konflik senjata.

Balukistan -yang memiliki kepadatan penduduk paling rendah di Pakistan- merupakan kawasan yang kaya dengan cadangan minyak, gas, tembaga maupun emas.

Pihak militer mengatakan kelompok separatis melakukan serangan tersebut.

Seorang juru bicara militer kepada kantor berita AP menyebutkan konvoi yang terdiri dari tiga kendaraan diserang ketika sedang dalam perjalanan dari Chamalang ke Dukhi.

Kelompok pemberontak Balukistan selama beberapa dekade memperjuangkan otonomi politik yang lebih besar dan peningkatan porsi pembagian atas hasil-hasil sumber alam.

Berbagai kekerasan

Peta Provinsi Balukistan

Selain menghadapi pergolakan dari kelompok separatis, provinsi ini juga marak dengan kekerasan sektarian maupun serangan bom bunuh diri dari pejuang Taliban.

Taliban menggunakan provinsi ini sebagai basis untuk menyerang tentara Pakistan dan pasukan NATO di negara tetangga Afgahistan.

Bulan September, pembom bunuh diri Taliban menyerbu tempat tinggal seorang pejabat militer di Quetta dan menewaskan sedikitnya 20 orang.

Pada bulan itu juga, kelompok Lashkar-e-Jhangvi menyatakan berada di belakang serangan bersenjata yang menewaskan sejumlah pemeluk Syiah.

Pertengahan Oktober, Perdana Menter Pakistan Yousuf Raza Gilani menegaskan bahwa pembangunan dan rekonsiliasi merupakan satu-satunya upaya dalam menghentikan militansi di Balukistan.

Dia berjanji akan menciptakan 20.000 lapangan kerja di Provinsi Balukistan, antara lain 3.000 polisi untuk warga Balukistan.

Para wartawan melaporkan rasa frustrasi karena tidak tersedianya lapangan kerja membuat semakin banyak kaum muda yang bergabung dengan kelompok separatis maupun Taliban.

Sejak meningkatnya perjuangan bersenjata oleh kelompok separatis pada tahun 2004, sudah jatuh ratusan korban jiwa.