Suriah 'terima' misi pemantau Liga Arab

Sumber gambar, Reuters
Suriah menerima secara bersyarat rencana Liga Arab untuk mengirimkan misi guna mengamati pelaksanaan usulan untuk mengakhiri kekerasan.
Sumber diplomatik yang tidak mau disebutkan namanya itu mengatakan kepada BBC bahwa Damaskus telah memberitahukan Liga Arab soal keputusan itu.
Sumber itu mengatakan beberapa penyesuaian tengah dilakukan namun "tidak dimaksudkan untuk menghalangi rencana itu."
Liga Arab memberikan waktu tiga hari bagi Suriah untuk menerima atau menghadapi sanksi.
Berdasarkan rencana Liga Arab yang disusun bulan ini, Suriah harus menarik tank-tank dari sejumlah kota, menghentikan serangan terhadap demonstran, dan melakukan dialog dengan pihak oposisi dalam waktu dua minggu.
Peringatan Prancis, Rusia
Presiden Suriah Bashar al-Assad menyepakati rencana itu namun belum menjalankannya.
Lebih dari 370 orang tewas sejak usulan damai disekapati -seperti dilaporkan sejumlah kelompok hak asasi- yang merupakan bulan paling berdarah selama pemberontakan delapan bulan terakhir.
PBB mengatakan lebih dari 3.500 orang tewas sejak unjuk rasa dimulai Maret lalu. Pemerintah Suriah menyalahkan kelompok bersenjata dan militan yang menyebabkan kerusuhan.
Menteri Luar Negeri Prancis Alain Juppe memperingatkan kelompok oposisi untuk "mencegah terjadinya pemberontakan bersenjata."
"Perang saudara tentu saja akan menjadi bencana," katanya.
Peringatan itu keluar beberapa hari setelah kelompok pemberontak tentara menyerukan kepada Tentara Pembebasan Suriah untuk menyerang gedung milik intelijen angkatan udara, menewaskan beberapa tentara.
Rusia juga memperingatkan bahwa kondisi di Suriah "sama saja dengan perang saudara."
Liga Arab secara resmi menskors Suriah Rabu lalu.





























