PBB minta Suriah diadukan ke Mahkamah Internasional

Sumber gambar, Reuters
Ketua Komisi Hak Asasi Manusia PBB meminta agar Suriah diadukan ke Mahkamah Kejahatan Internasional karena pelanggaran hak asasi atas para pengunjuk rasa.
Saat membuka sidang darurat di Jenewa, Navi Pillay mendesak masyarakat internasional menempuh aksi mendesak dan efektif untuk melindungi warga Suriah.
"Sehubungan dengan kegagalan dari otoritas sipil dalam melindungi warganya, komunitas internasional perlu mengambil langkah-langkah yang mendesak dan efektif untuk melindungi warga Suriah."
Sidang darurat ini ditempuh setelah PBB mengeluarkan laporan yang menuduh apara keamanan Suriah menempuh kebiijakan tembak mati atas para pengunjuk rasa.
Penyelidik hak asasi PBB memperkirakan sekitar 4.000 korban jiwa jatuh sejak unjuk rasa antipemerintah Suriah berlangsung Maret tahun ini.
Suriah menolak
Laporan PBB juga menyebutkan ada bukti-bukti tentang berlangsungnya pemerkosaan atas tahanan pria secara sistematis dan tahanan anak-anak yang disiksa.
Dan Navi Pillay meminta agar pihak berwenang Suriah menghentikan serangan kepada warganya sendiri, seperti dilaporkan wartawan BBC Imogen Foulkes dari Jenewa.
"Semua aksi pembunuhan, penyiksanaan dan bentuk-bentuk kekerasan lain harus segera dihentikan. Semua tahanan yang ditangkap karena pendiriannya maupun tanpa pengadilan harus dibebaskan dan aksi balas dendam atas pembela hak asasi harus diakhiri," tegas Navi Pillay.
Namun duta besar Suriah untuk PBB, Fayssal al-Hamwi, menolak laporan tersebut dengan mengatakan tidak objektif.
"Kenyataannya, komisi ini secara sederhana sudah puas dengan kritik dan mengabaikan semua hal yang disampaikan melalui informasi dari pemerintah Suriah. Komisi mengabaikan dan menyingkirkan puluhan undang-undang dan produk hukum yang dirancang untuk meningkatkan situasi bagi warga Suriah."
Al-Hamwi juga menuduh PBB berupaya untuk mempolitisir situasi dengan tujuan menutup dialog dan kerja sama dengan pemerintah Suriah.





























