Putin: protes pemilu Rusia dapat diterima

Sumber gambar, RIA Novosti
Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin mengatakan serangkaian protes menentang hasil pemilihan parlemen baru-baru ini dapat diterima selama dilakukan dalam koridor hukum.
Dia mengatakan puas melihat anak-anak muda ambil bagian dalam aksi protes menentang pemerintahannya, yang dia katakan normal dalam sistem demokrasi.
"Kenyataan bahwa rakyat mengungkapkan pendapat mereka merupakan sesuatu yang normal, tentu saja selama setiap orang bertindak dalam koridor hukum," kata Putin hari Kamis (15/12).
Mengomentari demonstrasi besar di Moskow hari Sabtu menentang pemilihan parlemen yang dikatakan curang, Putin menyatakan aksi seperti itu sah-sah saja.
"Kalau hal itu adalah hasil rezim Putin saya cukup senang dan puas. Tidak ada yang salah dengan hal itu," tutur Putin.
Selain itu Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin mengatakan hasil pemilu parlemen bulan ini tidak diragukan lagi mencerminkan kehendak rakyat.
Pasang kamera
Dalam acara tahunan tanya jawab melalui telepon yang disiarkan televisi, Putin menolak desakan pemilihan ulang.
Para aktivis Rusia menggunakan media sosial sebagai saluran mengungkap dugaan kecurangan dalam pemilihan parlemen awal bulan ini.
Putin juga mengumumkan bahwa ia meminta kamera video dipasang di berbagai tempat pemungutan suara di seluruh Rusia dalam pemilihan presiden bulan Maret. Putin akan mencalonkan diri dalam pemilihan presiden mendatang.
Dia menyebut jumlah TPS yang ada mencapai 90.000.
"Biarkan kamera-kamera video beroperasi sepanjang hari, siang dan malam, memancarkan segalanya ke internet sehingga seluruh negeri menyaksikan apa yang terjadi di TPS untuk menghilangkan segala keraguan," kata Putin.
Vladimir Putin menjabat sebagai presiden selama dua periode dari 2000 sampai 2008. Berdasarkan konstitusi Rusia, Putin harus turun dari jabatan setelah periode kedua tetapi sekarang dia berhak mencalonkan lagi.





























