Oposisi Rusia kembali gelar demonstrasi

Sumber gambar, AP
Oposisi Rusia akan menggelar demonstrasi massal di Moskow dan kota-kota lainnya, untuk memprotes kecurangan pemilu 4 Desember lalu.
Di Ibukota Rusia, oposisi mengatakan sekitar 50.000 orang diperkirakan akan berkumpul di jalan raya Sakharov.
Pemrotes menuntut pemilu ulang, yang telah memenangkan partai Perdana Menteri Vladimir Putin.
Presiden Dmitry Medvedev mengumumkan reformasi politik pada pekan ini, tetapi menurut para demonstran upaya itu tidak cukup.
Sekitar 47.000 orang menyatakan akan mengikuti demonstrasi itu melalui situs jejaring sosial Facebook, dan sekitar 10.000 lainnya kemungkinan akan hadir juga.
Diantara demonstan yang datang, yaitu blogger yang dikenal anti-Kremlin yaitu Alexei Navalny, setelah keluar dari tahanan karena ikut dalam aksi di Moskow pada 10 Desember lalu.
Tak ada figur
Penyelenggara demonstrasi menyebutkan sekitar 50.000 orang akan mengikuti aksi, yang merupakan protes anti pemerintah yang terbesar sejak runtuhnya Uni Soviet pada 1991.
Kamis lalu, Medvedev mengusulkan untuk menggelar pemilihan umum langsung gubernur dan menyederhanakan pendaftaran partai politik, tetapi pemrotes mengatakan konsesi itu tidaklah cukup, seperti dilaporkan oleh Wartawan BBC di Moskow Steve Rosenberg.
Bagaimanapun, masalah utama bagi oposisi yaitu tidak ada kepemimpinan tunggal yang dapat mempersatukan mereka, tambah koresponden BBC.
Menurut hasil resmi pemilihan untuk anggota Duma Rusia, partai berkuasa Rusia Bersatu menang, namun perolehan suaranya anjlok hingga 49%.
Tetapi, pendapat berbeda tersebar secara meluas melalui video telepon selular dan penghitungan melalui situs jejaring sosial internet, bahwa ada kecurangan dalam pemilu dan partai Putin melakukan kecurangan untuk menang dalam pemilu.
Klaim tersebut dibantah oleh Kremlin.





























