Gelombang serangan kembali hantam Nigeria

abuja attacks

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Boko Haram juga melancarkan serangan saat Hari Natal di sebuah gereja di Abuja.

Gelombang serangan terbaru kembali terjadi di Nigeria dan menyerang komunitas Kristen.

Setidaknya 17 orang tewas di Mubi, negara bagian Adamawa ketika lelaki bersenjata menembaki sebuah balaikota yang digunakan sebagai tempat rapat kelompok Kristen Igbo.

Sejumlah laporan juga menyebutkan adanya serangan mematikan lainnya di ibukota Adamawa, Yola.

Kelompok Boko Haram mengaku bertanggung jawab atas serangan di Mubi dan serangan lainnya di Gome pada Kamis malam lalu yang menewaskan setidaknya enam orang.

Kelompok ini memang dikenal sebagai pelaku serangan di kawasan utara dan tengah Nigeria dalam beberapa bulan terakhir - pada Hari Natal, mereka menyerang sebuah gereja dekat ibukota, Abuja, menewaskan lusinan orang.

Salah satu faksi Boko Haram sebelumnya juga memberikan peringatan kepada warga selatan - yang kebanyakan Kristen dan penganut animisme - untuk meninggalkan kawasan utara Nigeria yang dikuasai Muslim.

Daerah kekuasaan Boko Haram diketahui berada di kawasan perbatasan Adamawa dan Borno.

Pekan lalu Presiden Goodluck Jonathan menyatakan status darurat di negara bagian Yobe dan Borno, termasuk Plateau di Nigeria tengah dan Niger di barat, menyusul kekerasan etnis dan sektarian di sejumlah daerah tersebut.

Rencana melarikan diri

Kepada BBC, warga menyatakan korban tewas di Mubi merupakan anggota komunitas Igbo dari kawasan selatan negara.

Mereka tengah bertemu untuk mengatur pemulangan jenazah seorang lelaki Igbo yang ditembak mati pengendara sepeda motor bersenjata pada Kamis sore.

"Ketika mereka bertemu, lelaki bersenjata itu datang dan menembaki mereka,'' kata seorang warga.

Saksi mata mengatakan lelaki itu masuk ke dalam balaikota dan berteriak ''Tuhan maha besar'' ketika menembakkan senjata.

Anggota komunitas Igbo di kawasan utara Nigeria biasanya memiliki toko atau menjadi pengusaha, tetapi wartawan BBC di Yola mengatakan banyak pedagang Igbo di kota Mubi yang dilaporkan kini menutup toko mereka dan berencana untuk meninggalkan kawasan tersebut.

'Memperluas garis perbatasan'

Pasca penembakan, seorang lelaki yang mengaku sebagai juru bicara Boko Haram mengatakan kepada media lokal bahwa mereka yang melakukan serangan baik di Mubi maupun Gombe.

"Kami memperluas garis perbatasan ke tempat lain untuk menyatakan bahwa keadaan darurat yang diberlakukan pemerintah Nigeria tidak akan menghalangi kami. Kami benar-benar bisa pergi kemanapun kami inginkan,'' kata Abul Qaqa, juru bicara Boko Haram.

Dia mengatakan bahwa serangan merupakan ''bagian dari respon dari peringatan yang kami sampaikan kepada warga selatan untuk meninggalkan utara'' dan juga mendesak pemerintah untuk membebaskan semua anggota Boko Haram yang ditahan.

Pada hari Jumat, (06/01/2012), juga dilaporkan adanya serangan yang menewaskan delapan orang di sebuah gereja di Yola.

"Sejumlah lelaki bersenjata masuk ke gereja dan menembaki jemaat, menewaskan sejumlah orang dan beberapa orang lainnya mengalami luka-luka,'' kata seorang wartawan lokal kepada kantor berita AFP.

Rumah sakit setempat kepada AFP mengatakan sekitar delapan atau 10 mayat dibawa dari lokasi.

Serangan lain terjadi di Postikum, Yobe, dimana polisi dilaporkan terlibat baku tembak dengan anggota Boko Haram.

"Lelaki bersenjata yang diduga sebagai anggota Boko Haram datang dengan jumlah besar dan menyerang kantor polisi. Mereka berteriak 'Allahu Akbar' [Tuhan maha Besar] dan menembak membabi buta,'' kata seorang warga kepada AFP.

Boko Haram, yang berarti ''pendidikan Barat dilarang'', berjuang untuk menggulingkan pemerintah Nigeria dan menciptakan negara Islam.

Lebih dari 500 orang tewas oleh kelompok ini selama setahun terakhir. Pada Hari Natal, mereka melakukan serangkaian serangan bom gereja menewaskan 37 orang.

Presiden Jonathan, yang merupakan seorang Kristen, telah bersumpah untuk menumpas kelompok ini, tetapi warga Kristen menuduhnya tidak berbuat cukup untuk melindungi mereka.