Kelompok HAM tuduh Suriah sembunyikan tahanan

Sumber gambar, AFP
Kelompok hak asasi Human Rights Watch menuduh rezim Suriah menyembunyikan ratusan orang yang ditahan selama kunjungan pengawas Liga Arab.
"Pemerintah Suriah mungkin memindahkan ratusan tahanan dan menyembunyikan mereka dari pengawas Liga Arab yang tengah berada di negara itu," kata Human Rights Watch.
"Liga Arab harus menekankan mereka dapat memasuki semua tempat di Suriah yang digunakan untuk penahanan dan konsistem dengan perjanjian dengan pemerintah Suriah," kata organisasi itu dalam satu pernyataan.
Pengamat Liga Arab melanjutkan misi di hari kedua Rabu (28/12) setelah sebelumnya mengunjungi kota Homs, di Suriah tengah.
PBB memperkirakan sejauh ini lebih dari 5.000 orang tewas sejak demosntrasi dimulai pertengahan Maret lalu.
Human Rights Watch mengatakan seorang petugas keamanan Suriah di kota Homs menyebutkan ia mendapat perintah dari direktur penjara untuk memindahkan tahanan.
Perintah itu, menurut petugas itu datang setelah pemerintah Presiden Bashar al-Assad menandatangani perjanjian dengan Liga Arab untuk mengakhiri kekerasan tanggal 19 Desember lalu.
Diangkut secara bertahap
Berdasarkan perjanjian itu, pemerintah Suriah juga harus mengizinkan pengawas Liga Arab masuk ke negara itu untuk berkunjung.
"Ia memperkirakan pada tanggal 21 dan 22 Desember, sekitar 400 sampai 600 tahanan dipindahkan dari satu tempat penahanan ke tempat lainnya," kata HRW dalam pernyataan di situs mereka.
"Pemindahan itu dilakukan secara bertahap," kata petugas yang tidak disebutkan namanya itu.
"Sejumah tahanan dipindahkan dengan jip-jip sipil dan sebagian di truk kargo. Peranan saya adalah untuk mengumpulkan tahanan dan menempatkan mereka di kendaraan. Perintah dari pimpinan penjara adalah memindahkan tahanan penting," katanya.
Petugas itu mengatakan para pejabat yang mendampingi tahanan mengatakan mereka diangkut ke pabrik rudal di Zaidal, di luar kota Homs.
Human Rights Watch mengatakan keterangan petugas itu juga disebutkan oleh saksi lain termasuk seorang tahanan yang mengatakan di antara 150 orang yang ditahan di satu tempat, adalah pembelot, pengunjuk rasa atau mereka yang sebelumnya membantu wartawan.
"Suriah menunjukkan bahwa mereka tidak akan berhenti dalam langkah mereka meredam demonstrasi," kata Sarah Leah Whitson, direktur HRW untuk Timur Tengah.





























