Burma berunding dengan pemberontak Karen

Sumber gambar, AFP
Pemerintah Burma menandatangani perjanjian awal gencatan senjata dengan pemberontak etnik Karen untuk mengakhiri salah satu pemberontakan terlama di dunia.
Delegasi pemerintah mengadakan perundingan dengan wakil-wakil dari Persatuan Nasional Karen, Kamis (12/1), di ibukota negara bagian Karen, Hpa-an.
''Perjanjian gencatan senjata telah ditandatangani," kata Aung Min, ketua delegasi pemerintah kepada para wartawan usai perundingan di Hpa-an seperti dikutip kantor berita AP.
Delegasi pemerintah bersama para komandan militer daerah bertemu dengan hampir 20 anggota senior Persatuan Nasional Karen.
Seorang wakil pemerintah mengatakan berdasarkan perjanjian ini, para anggota Persatuan Nasional Karen boleh membuka kantor penghubung dan bebas bepergian di wilayah Burma.
Perundingan pemerintah dengan pemberontak suku Karen merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengakhiri isolasi yang dialami Burma.
Otonomi

Sumber gambar, BBC World Service
Sejumlah negara Barat menuntut Burma mengakhiri perang dengan pemberontak Karen sebelum Barat menjalin hubungan lebih baik dengan pemerintah Burma.
Pemberontak Karen memperjuangkan otonomi selama 63 tahun terakhir dan sebelumnyai tercatat sebagai satu-satu kelompok pemberontak utama di Burma yang belum menandatangani kesepakatan damai dengan pemerintah.
Pemerintah Burma telah mengadakan gencatan senjata dengan 17 kelompok pemberontak lain sejak tahun 1989.
Pada 2011 pemerintah mengadakan perundingan di dekat perbatasan Burma-Thailand dengan sejumlah kelompok etnik termasuk Shan dan Karen. Shan adalah kelompok pemberontak suku yang berada di negara bagian Shan, Burma timur laut.
Berbagai upaya mengakhiri konflik internal ini merupakan bagian dari upaya besar yang ditempuh pemerintah sipil dukungan militer sejak berkuasa menyusul pemilihan umum pada November 2010.
Pemilu tersebut tercatat sebagai pemilihan umum pertama di Burma selama 20 tahun terakhir.





























