Aparat Suriah dituduh gunakan bom dan peluru tajam

Kelompok oposisi mengklaim akibat serangan aparat keamanan pada Jumat (30/12), sedikitnya 35 orang tewas.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Kelompok oposisi mengklaim akibat serangan aparat keamanan pada Jumat (30/12), sedikitnya 35 orang tewas.

Pasukan keamanan Suriah dituduh menggunakan bom paku dan peluru tajam saat memadamkan unjuk rasa menentang Presiden Bashir al-Assad, yang dilaporkan makin meluas, Jumat (30/12).

Tuduhan ini dilontarkan kelompok aktivis anti pemerintah.

Akibat serangan ini, menurut kelompok oposisi, sedikitnya 35 orang tewas terbunuh di beberapa kota yang menjadi pusat demonstrasi seperti Hama, Deraa, dan Homs.

Ketika serangan terhadap pelaku demonstrasi, utusan pemantau Liga Arab tengah mengunjungi kota-kota tersebut, demikian laporan wartawan BBC Mike Thompson dari Beirut, Libanon.

Sementara itu , menurut laporan Kantor Berita Reuters yang mengutip keterangan lembaga pengawas hak asasi untuk Suriah, akibat bentrokan ini lima anggota pasukan keamanan tewas dalam penembakan di kota Homs.

Utusan Liga Arab sebelumnya mengultimatum Presiden Bashir al-Assad agar menghentikan aksi kekerasan terhadap pelaku unjuk rasa.

Sejumlah sanksi bahkan telah disiapkan apabila aparat keamanan negara itu tidak menghentikan aksi brutalnya, yang menurut laporan PBB, sejauh ini telah menewaskan 5,000 orang warga Suriah semenjak unjuk rasa digelar Maret lalu.

Seperti dilaporkan Reuters, di Kota Hama, seperti ditayangkan video amatir, para pengunjuk rasa terlihat berlarian dari jalan-jalan utama, ketika dari arah berlawanan terdengar bunyi tembakan.

Utusan Liga Arab

Lebih lanjut tayangan itu memperlihatkan seorang pengunjukrasa terluka dan digotong oleh rekan-rekannya. Sebagian pengunjuk rasa lainnya meneriakkan "unjuk rasa damai" atau "habisi Bashar!"