Korban serangan bom Nigeria terus bertambah

Sumber gambar, AFP
Serangan militan Islam di kota Kano, Nigeria Utara, Jumat (20/1) menewaskan sekitar 150 orang.
Rumah sakit-rumah sakit di kota itu kewalahan menangani para korban tewas mau pun luka yang terus berdatangan.
Serangkaian ledakan menghancurkan sejumlah kantor polisi, pusat pengurusan paspor dan imigrasi di Kano. Aparat kini memberlakukan larangan keluar rumah bagi warga selama 24 jam.
Militan Boko Haram telah menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu.
Kelompok tersebut ingin menjatuhkan pemerintah dan mendirikan negara Islam.
Para anggotanya tidak hanya kerap menyerang kantor-kantor polisi dan simbol-simbol negara lainnya, tetapi juga gereja-gereja. Ratusan orang telah menjadi korban dari kekerasan mereka ternasuk warga sipil beragama Islam dan Kristen.
Presiden Goodluck Jonathan berjanji para pelaku akan "menghadapi sanksi hukum yang keras."
"Sebagai pemerintah yang bertanggung jawab, kami tidak akan berdiam diri menyaksikan musuh-musuh demokrasi itu, para pembunuh berdarah dingin, melakukan kejahatan di negara ini," kata Jonathan.
Gelombang serangan
Hari Sabtu kemarin di Kano, kota berpenduduk sembilan juta jiwa yang mayoritas adalah muslim, tim Palang Merah mengumpulkan jenazah-jenazah korban bom dari jalan-jalan dan membawa mereka ke kamar mayat.
Seorang wartawan BBC di Kano mengatakan sejauh ini ia menghitung 150 mayat di rumah sakit utama kota itu.
Sementara itu kantor berita Associated Press melaporkan, seorang petugas medis mengatakan korban tewas mencapai 143 orang. Sedangkan kepada kantor berita AFP, petugas medis lainnya menyebut angka 162 orang. Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah.
Boko Haram, yang dalam bahasa setempat berarti "pendidikan Barat dilarang," telah berada di balik banyak serangan dalam beberapa tahun terakhir.
Kelompok itu ingin hukum islam diterapkan di Nigeria, negara dengan populasi muslim besar di wilayah utara, dan kristen di selatan.
Boko Haram pertama kali muncul ke permukaan pada 2009 setelah melakukan serangan pada kantor-kantor polisi dan gedung pemerintah di kota Maiduguri. Aparat Nigeria membalas dengan menggelar operasi keamanan dan menewaskan ratusan militan.
Belum lama ini Boko Haram meledakkan gereja-gereja, menembaki para pejabat pemerintah dan serangan-serangan lain di utara Nigeria.





























