Negara-negara Teluk tarik pemantau dari Suriah

Pemantau Liga Arab

Sumber gambar, AFP Getty Images

Keterangan gambar, Misi Liga Arab ditujukan untuk mengakhiri kekerasan terhadap pengunjuk rasa prodemokrasi.

Negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk mengumumkan hari Selasa (24/1) akan menarik pemantaunya yang tergabung dalam misi Liga Arab di Suriah.

Keenam anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mengatakan keputusan diambil setelah "secara seksama mengikuti perkembangan di Suriah dan setelah mereka mengukuhkan bahwa pertumpahan darah dan pembunuhan tetap terjadi."

Alasan lainnya, kata negara-negara itu, karena rezim Suriah tidak melaksanakan keputusan Liga Arab.

"Negara-negara Dewan Kerjasama Teluk telah memutuskan untuk mengikuti jejak Arab Saudi yang menarik pemantaunya dari misi Liga Arab di Suriah," demikian bunyi pernyataan bersama negara-negara Teluk seperti dikutip kantor berita AFP.

Selain itu mereka juga menyerukan kepada anggota Dewan Keamanan PBB untuk mengambil semua langkah yang diperlukan di tingkat Dewan Keamanan untuk menekan Suriah melaksanakan keputusan Liga Arab dan prakarsa Arab untuk Suriah.

Negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk "berkomitmen terhadap semua keputusan Liga Arab...meskipun GCC berpendirian bahwa keputusan terbaru harus lebih tegas dan tekanan lebih besar diberikan kepada rezim Suriah guna memaksanya menghentikan pembunuhan rakyat Suriah," jelas GCC.

Dikecam keras

Pernyataan GCC merujuk pada prakarsa Liga Arab mengenai Suriah yang diambil dalam pertemuan hari Minggu dan menyerukan kepada PBB untuk mendukung rencana baru guna mengakhiri pertumpahan darah di negara itu.

Namun Suriah menolak tegas prakarsa Liga Arab dan menyebutnya sebagai bentuk campur tangan masalah dalam negeri.

Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Muallem mengecam keras misi Liga Arab. Dia mengatakan misi tersebut merugikan Suriah.

"Pada kenyataannya negara-negara Arab berusaha menetapkan masa depan bagi Suriah yang sama sekali tidak berkaitan dengan keinginan rakyat Suriah, seolah-olah rakyat Suriah, negara Suriah tidak mempunyai kedaulatan," tegas al-Muallem.

Dua anggota Dewan Kerja Sama Teluk, Qatar dan Uni Emirat Arab, selama ini menempuh sikap tegas terhadap pemerintah Suriah.

Arab Saudi menarik pemantau hari Minggu dengan alasan Suriah gagal memenuhi pernjanjian.

Misi Liga Arab ditujukan untuk mengakhiri kekerasan pemerintah terhadap pengunjuk rasa prodemokrasi di Suriah.