Anggaran tinggi pengungsi di Australia

Pengungsi

Sumber gambar, Sydney Morning Herald

Keterangan gambar, Lebih dari 4.000 orang pengungsi dari berbagai negara datang ke Australia, pada 2011.

Menteri Imigrasi Australia Chris Bowen mengatakan gelombang pengungsi di negara tersebut membutuhkan biaya tinggi, terutama untuk kebutuhan tempat penahanan.

Seperti diberitakan AFP, Bowen akan mempertahankan anggaran besar bagi para pengungsi, Kamis ( 9/2).

Bowen mengatakan kontrak pemerintah dengan tempat penahanan swasta milik Serco selama empat tahun meningkat dari Aus$280 juta menjadi lebih dari Aus$1 billion menggambarkan pembukaan 10 fasilitas baru untuk memenuhi kebutuhan.

Menurut data resmi, sekitar 69 perahu yang mengangkut 4.565 pencari suaka di Australia pada tahun 2011, turun dari tahun sebelumnya 6.555 orang.

Meski begitu, jumlah pengungsi yang datang ke Australia masih sangat besar.

"Kami harus membuka pusat penahanan baru dan ini merupakan anggaran baru, kontrak baru, yang menggambarkan semuanya," kata Bowen seperti disampaikan kepada radio ABC.

"Kami selalu mengatakan bahwa tempat tahanan itu mahal dan bagaimanapun anda memproses pencari suaka, apakah itu akan di tahanan atau di komunitas, adalah mahal."

Canbera telah mengendurkan kebijakan penahanan wajib tahun lalu setelah pengadilan tinggi membatalkan keputusan pemerintah untuk mengirimkan para pengungsi ke negara ketiga yaitu Malaysia.

Pengadilan menyebutkan Malaysia tidak menawarkan perlindungan yang memadai, karena tidak menandatangani konvensi PBB tentang pengungsi.

Diluar tahanan

Trenggalek

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Kapal pengangkut pengungsi tenggelam di Trenggalek Jawa Timur, tewaskan puluhan orang.

Keluarga, anak-anak dan pengungsi lain yang rentan sekarang diijinkan untuk tinggal dengan komunitas selama permohonan suaka diproses dan pemerintah perlahan membebaskan mereka dari tahanan.

Bowen mengatakan sekitar 4.000 orang masih berada di tanahan, tetapi banyak juga yang tinggal di luar tahanan.

Dia juga mempertahankan waktu untuk memproses permohonan suaka, menanggapi kritik dari Amnesti Internasional yang menyebutkan banyak tahanan yang harus menunggu selama lebih dari tiga tahun dan menyebabkan penderitaan mental para pengungsi.

"Jika seseorang datang ke Australia tanpa dokumen sama sekali... kami harus bekerja keras apakah mereka benar seperti yang mereka katakan, mereka mengatakan mereka dari mana," kata dia.

"Membutuhkan waktu untuk penyelidikan. Ini menyebabkan proses menjadi lama dan lebih sulit."

Masalah pengungsi mendominasi dalam isu politik Australia ketika pemilu 2010. Sebagian besar pengungsi berasal dari Afghanistan, Iran dan Sri Lanka dengan perahu dari Indonesia.

Mereka melakukan perjalanan dengan risiko bahaya yang tinggi. Desember lalu, sebuah kapal yang mengangkut sekitar 250 pengungsi tenggelam di Jawa Timur, dan menyebabkan puluhan orang tewas.