Korsel latihan militer dekat perbatasan Korut

Sumber gambar, Reuters tv screengrab
Situasi di Semenanjung Korea kembali menghangat setelah angkatan bersenjata Korea Selatan melakukan latihan militer menggunakan peluru tajam di lima pulau dekat perbatasan laut yang disengketakan dengan Korea Utara, Senin (20/2).
Lokasi latihan militer itu tepatnya berada di Laut Kuning yang menjadi sasaran tembakan artileri Korea Utara pada 2010 lalu yang menewaskan empat orang warga Korea Selatan.
Meski muncul ancaman balasan dari Korea Utara, namun sejauh ini tidak terjadi tindakan apapun dari pihak Utara menyusul latihan militer yang hanya berlangsung kurang lebih dua jam itu.
Sebelum melakukan latihan, pemerintah Korea Selatan meminta warga kelima pulau itu untuk pergi ke bunker-bunker perlindungan untuk mengantisipasi serangan balasan Utara, demikian pernyataan resmi Kementerian Pertahanan dan Panglima Angkatan Bersenjata Korea Selatan.
Apalagi sebelum latihan itu digelar, Korea Utara mengeluarkan ancaman yang intinya mengatakan negeri itu akan memberikan 'hukuman' yang lebih berat dari penembakan 2010 jika Korea Selatan tetap menggelar latihan militer.
"Selama ini, angkatan bersenjata Korea Utara sudah siap terlibat dalam sebuah perang total dan latihan militer itu akan menjadi keruntuhan total persaudaraan kedua Korea," demikian pernyataan Komite Perdamaian dan Reunifikasi Korea Utara, seperti dikutip kantor berita negeri itu KCNA.
Pertemuan di Beijing

Sumber gambar, AFP
Para pejabat Korea Utara dan Amerika Serikat dijadwalkan melakukan pembicaraan soal program nuklir negeri itu di Beijing, Cina, pekan ini.
Pembicaraan itu adalah pertemuan bilateral pertama kedua negara sejak meninggalnya pemimpin Korea Utara Kim Jong-il pada 24 Desember 2011 lalu.
Hubungan kedua Korea menegang setelah Korea Utara menembaki Pulau Yeonpyeong yang berdekatan dengan perbatasan kedua negara pada 2010.
Selain itu, banyak kalangan di Korea Selatan menyalahkan Utara atas insiden tenggelamnya kapal perang Korea Selatan yang menewaskan 46 orang pelautnya.
Tudingan menjadi dalang tenggelamnya kapal perang itu dibantah pemerintah Korea Utara.
Selain latihan perang ini, Korea Selatan juga dijadwalkan menggelar latihan anti kapal selam bersama dengan Amerika Serikat pekan ini.
Namun lokasi latihan dipastikan jauh dari wilayah laut yang disengketakan kedua negara itu.
Sejak perang Korea berakhir 1953 lalu, kedua negara tidak pernah menandatangani perjanjian damai apapun kecuali perjanjian gencatan senjata.
Sehingga secara praktis kedua negara ini masih dalam kondisi perang selama lebih dari 60 tahun.
Untuk mempertahankan gencatan senjata, Amerika Serikat menempatkan 28.500 pasukannya di Korea Selatan.





























