AS ubah bantuan pangan Korea Utara

Sumber gambar, AFP
Seorang perwira senior AS mengatakan bahwa isu bantuan pangan untuk Korea Utara sekarang dikaitkan dengan kondisi politik.
Laksmana Robert Willard, komandan Armada Pasifik AS di hadapan komite Senator mengatakan kondisi yang tengah dibahas untuk pembukaan lagi bantuan pangan termasuk dialog untuk mengakhiri program nuklir Korea.
Hal ini dianggap berlawanan dengan kebijakan AS, dimana program nuklir adalah terpisah dari persyaratan bantuan pangan.
Korea Utara saat ini bergantung dari bantuan internasional untuk memberi makan warganya.
"Ada kondisi terkait negosiasi dengan tujuan untuk memperpanjang bantuan pangan,'' kata Willard kepada Komite Militer Senat AS.
Dia mengatakan ''pra kondisi'' untuk bantuan ''sekarang temasuk diskusi pelucutan senjata nuklir dan uji coba misil dan upah IAEA mungkin untuk kembali ke Yongbyon (reaktor nuklir Korea)''.
Tahun 2009, inspektur badan pengawas nuklir IAEA diminta untuk meninggalkan Yongbyon disaat pembicaraan denuklirisasi antara Korea Utara dengan rekan dialog - AS, Cina, Rusia, Korea Selatan dan Jepang terhenti.
Tidak ada perubahan
Laksmana Willard juga mengatakan bahwa pemimpin baru Korea Utara, Kim Jong-un, sepertinya ingin ''melanjutkan strategi paksaan yang dilakukan ayahnya,'' termasuk persenjataan nuklir.
Dia menambahkan bahwa suksesi kepemimpinan di Korea Utara tidak menunjukkan tanda perubahan dari pemimpin sebelumnya.
Isu pembukaan kembali bantuan pangan AS dan program nuklir Korea Utara mengemuka dalam pembicaraan diantara pejabat kedua negara dalam sebuah pertemuan di Beijing pekan lalu, atau yang pertama sejak kematian Kom Jong-il Desember lalu.
Departemen Luar Negeri AS menjaga keputusan atas bantuan pangan yang akan tetap pada kisaran yang dibutuhkan warga Korea Utara, digandakan dengan kebebasan untuk mengawasi pengiriman.
Bagian dari diskusi yang berlangsung diantara kedua negara adalah sebuah kesepakatan tahun lalu untuk memulai kembali pencarian jenazah sekitar 5.500 tentara AS yang hilang saat Perang Korea 1950-1953.
Operasi pencarian bersama sempat dihentikan tujuh tahun lalu, tetapi akan kembali dimulai secara resmi 1 Maret.
Sebuah kapal AS yang membawa perlengkapan pencarian tiba di pelabuhan Korea Utara Selasa kemarin kata Laksmana Willard.





























