FARC tewaskan 11 tentara Kolombia

foto penculikan FARC

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pemerintah Kolombia ingin FARC membebaskan semua sandera jika ingin berdialog.

Seorang perwira dan sepuluh prajurit militer Kolombia tewas akibat serangan kelompok Angkatan Bersenjata Revolusiuner Kolombia (FARC).

Keterangan militer Kolombia menyebutkan serangan itu terjadi di sebelah tenggara negeri itu atau di dekat perbatasan Venezuela.

Selain korban tewas militer Kolombia juga mengatakan dua tentara lain yang menjadi korban luka.

Serangan itu terjadi saat tentara Kolombia tengah melakukan patroli di wilayah yang berjarak sekitar 400km dari Bogota.

Lokasi tempat serangan ini terjadi merupakan kawasan yang menjadi tempat eksplorasi perusahaan minyak dan kerap menjadi sasaran para pemberontak.

Wartawan di Kolombia menyebutkan serangan tersebut merupakan serangan terburuk yang pernah dilakukan kelompok pemberontak FARC dalam beberapa bulan terakhir.

Tutup dialog

Serangan serupa pernah dilakukan FARC Oktober lalu, dalam dua kali serangan terpisah mereka menewaskan 20 tentara Kolombia.

Militer Kolombia mengatakan dalam serangan terakhir para pemberontak diyakini telah menggunakan misil buatan mereka sendiri untuk menyerang tentara pemerintah.

Serangan ini dilakukan bersamaan dengan aksi pembebasan 10 tentara dan seorang perwira tentara Kolombia yang ditahan oleh FARC selama 14 tahun.

tentara FARC

Sumber gambar, ap

Keterangan gambar, Kelompok FARC telah menyatakan keinginannya untuk melakukan dialog dengan pemerintah Kolombia.

Dalam pernyataan lewat situs resminya, FARC mengatakan mereka menunggu kebijakan Presiden Juan Manuel Santos untuk mengizinkan aktivis meninjau tentara pemberontak yang tengah menjalani penahanan.

FARC juga saat ini telah membuka diri untuk melakukan dialog dengan pemerintah Kolombia.

Mereka bulan lalu juga telah meyatakan tidak akan melakukan penculikan terhadap warga sipil.

Namun sejauh ini Presiden Juan Manuel Santos mengatakan dengan tegas bahwa mereka tidak akan melakukan dialog dengan kelompok FARC hingga mereka melepaskan semua sandera, melucuti senjatanya dan berbaur dengan masyarakat biasa.