Meksiko sambut kedatangan Paus Benediktus XVI

Paus Benediktus XVI tiba di Meksiko dan disambut ribuan umat Katolik negara itu.
Keterangan gambar, Paus Benediktus XVI tiba di Meksiko dan disambut ribuan umat Katolik negara itu.

Paus Benediktus XVI tiba di Meksiko pada kunjungan pertamanya di negara-negara di kawasan Amerika Latin yang berbahasa Spanyol.

Di Guanajuato, Paus disambut Presiden Meksiko Felipe Calderon dan dielu-elukan warga kota itu.

Calderon mengatakan, kunjungan Paus memiliki arti penting bagi Meksiko yang tengah dihantui rentetan tindak kekerasan akibat kartel obat bius.

Sebelum tiba di Meksiko, Paus mengatakan, "perang terhadap kejahatan (mafia narkoba) ini penting" dan mendesak kaum muda meninggalkan narkoba.

Setelah mengunjungi Meksiko, Paus akan melakukan perjalanan ke Kuba.

Dia mengatakan Marxisme kini tidak mampu lagi menjawab segala persoalan.

Paus juga mengatakan ideologi tidak lagi bisa menjelaskan realitas yang terus berubah. Dia kemudian menyerukan untuk menemukan " model baru".

Dia menjelaskan "Gereja selalu mampu berjalan beriringan dengan nilai-nilai pemikiran bebas".

Kamp untuk peziarah

Paus Benediktus disambut sorak-sorai warga Kota Guanajuato, pada Jumat waktu setempat.

Mereka berteriak: "Wahai Benediktus, saudaraku, Anda sekarang berada di Meksiko!"

Paus kemudian memimpin sebuah acara pemberkatan singkat di sebuah panggung kecil di komplek bandar udara setempat.

Seperti dilaporkan wartawan BBC Will Grant yang melaporkan dari Meksiko, Paus disambut luar biasa oleh warga di jalan-jalan.

Sepanjang hari yang terik, ribuan orang bersorak-sorak.

Warga Meksiko memadati jalan-jalan protokol untuk mengelu-elukan Paus Benediktus XVI.
Keterangan gambar, Warga Meksiko memadati jalan-jalan protokol untuk mengelu-elukan Paus Benediktus XVI.

Mereka mengenakan mengenakan kaos putih dan kuning seraya melambaikan bendera.

Berbaris sepanjang rute di Leon, yang dilalui Paus, warga dapat melihat sekilas sosoknya dalam kendaraan yang dilapisi baja.

Wartawan BBC melaporkan, aparat keamanan melakukan penjagaan ketat, dengan melibatkan polisi federal dan aparat militer dalam jumlah besar.

Selain mengunjungi Leon, Paus direncanakan akan mengunjungi kota Silao.

Dan Minggu (25/03), sekitar 300.000 orang diperkirakan akan menghadiri Misa, dan sebuah kamp berukuran besar telah dididirikan untuk menampung para peziarah.

Dalam perjalanan menuju Meksiko, Paus Benediktus mengatakan kepada wartawan: "Saya ingin berbagi kebahagiaan dengan rakyat Meksiko. Bukan hanya soal harapan baik, tetapi juga berbagi penderitaan dan kesedihan."

Pernyataan Paus ini mengacu pada rentetan kasus kekerasan terkait mafia narkoba yang telah menghantui Meksiko, yang sejauh ini telah menewaskan 50.000 orang dalam lima tahun terakhir.

Seorang warga Meksiko secara khusus menanggapi kunjungan Paus, dengan mengatakan: "Kunjungan Paus ini membuat kami nyaman, di tengah gelombang kekerasan di negara kami."

Tantangan Kuba

Hampir 88% warga Meksiko - hampir 100 juta orang - menganut Katolik Roma. Pendahulu Paus Benediktus, yaitu Yohanes Paulus II, selalu mengunjungi negara itu secara tetap.

Wartawan BBC mengatakan, walaupun kunjungan Paus Benediktus tidak mengundang reaksi yang sama dari warga Meksiko, tapi tidak diragukan lagi kedatangannya menimbulkan kegembiraan dari kalangan umat yang beriman.

Meskipun demikian, rencana Paus berkunjung ke Kuba bakal menghadapi isu-isu sensitif.

Pekan ini, pegiat Amnesty International melaporkan bahwa pemerintah Kuba mempersulit aktivitas para pembangkang di negara itu.

Dan awal bulan ini, para aktivis diusir dari gereja di ibukota Havana, yang sempat mereka duduki untuk menuntut dialog dengan Paus.

Di Havana, Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez mengatakan, pemerintah Kuba bisa berbeda pendapat dengan komentar Paus yang menyatakan bahwa Marxisme ada tidak mampu lagi menjawab perbagai persoalan.