FARC akan lepaskan sandera tentara

Sumber gambar, AP
Pemerintah Kolombia saat ini tengah menyiapkan penjemputan terhadap 10 orang sandera Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia, FARC yang terdiri dari sejumlah anggota Polisi dan Tentara negara itu.
Dua helikopter milik pemerintah Brasil juga disiapkan untuk menjemput kelompok sandera pertama yang rencananya dibebaskan hari Senin (02/04).
Lokasi penjemputan sejauh ini masih dirahasiakan oleh FARC.
Untuk memuluskan upaya penjemputan para sandera, pemerintah Kolombia juga telah menghentikan operasi militer penumpasan FARC di sejumlah wilayah.
Sebelumnya Presiden Kolombia Juan Manuel Santos telah mengeluarkan pernyataan kepada FARC yang menyebutkan bahwa pembicaraan untuk mengakhiri konflik selama lima dekade hanya bisa dilakukan jika kelompok itu membebaskan seluruh sandera mereka.
Presiden Santos juga meminta agar pemberontak sayap kiri itu mengakhiri semua serangannya, menghentikan operasi perdagangan obat bius dan tidak lagi melakukan perekrutan anak-anak sebagai prajurit mereka.
Tanda perdamaian
Pembebasan para sandera kali ini dikoordinasikan oleh Komite Palang Merah Internasional dan sejumlah mediator dari Kolombia yang dipimpin oleh mantan Senator Piedad Cordoba.
Cordoba mengatakan pembebasan ini menunjukan adanya tanda perdamaian dari FARC yang akan berujung pada digelarnya dialog dengan pemerintah.
Keluarga para sandera dilaporkan sudah berkumpul di kota Villavicencio, Kolombia Tengah.
Kedua helikopter dari Brazil juga rencananya akan diberangkatkan dari kota ini untuk menjemput sejumlah sandera.

Sumber gambar, AFP
FARC mengatakan mereka akan melepas para sandera yang mereka sebut sebagai 'tahanan perang' dalam dua kelompok.
Masing-masing kelompok akan dibebaskan pada tanggal 2 dan 4 April.
Alat pertukaran
Para sandera ini telah menjalani penahanan selama sepuluh tahun setelah disergap dalam sebuah serangan gerilya tentara FARC.
FARC sejak lama menggunakan para sandera yang terdiri dari pasukan militer dan polisi Kolombia untuk mengamankan posisi mereka atau dijadikan alat pertukaran bagi para gerilyawan FARC yang dipenjara.
Namun pada pada Februari lalu mereka mengumumkan akan membebaskan sepuluh sanderanya dan berjanji untuk menghentikan praktek penculikan yang digunakan sebagai alat tukar untuk mendapatkan tebusan.
Dimata dunia, reputasi FARC sendiri banyak dicela karena praktek penculikan dan perdagangan obat bius untuk membiayai perjuangan mereka mendapat kecaman dari hampir seluruh negara.





























