Presiden Abbas minta para pejabat kunjungi al Aqsa

Sumber gambar, AFP
Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendukung kunjungan para pejabat Arab ke Masjid al Aqsa, salah satu tempat suci Islam, dan kawasan Jerusalem Timur.
Pernyataan ini disampaikan setelah kunjungan ulama kenamaan Mesir dan anggota keluarga kerajaan Yordania ke Masjid al Aqsa dikritik sejumlah kalangan.
Wartawan BBC, Yolande Knell, mengatakan ulama Mesir, Ali Gomaa, menghadapi desakan mundur sementara di Yordania para politisi mengecam kunjungan dua putri kerajaan ke tempat suci di Jerusalem bulan lalu.
Yordania dikenal sebagai pemelihara resmi al Aqsa namun untuk masuk ke kompleks masjid diperlukan izin dan koordinasi dari pemerintah Israel.
Para cendekiawan Muslim berpandangan dengan masuk ke Masjid al Aqsa atas izin Israel berarti secara tidak langsung mengakui pendudukan Israell atas tanah Palestina.
Tetapi pandangan ini ditolak oleh Presiden Abbas.
Ibukota masa depan
Berbicara di depan anak-anak muda di kota Ramallah, Tepi Barat, Presiden Abbas mengatakan para cendekiawan tidak lagi bisa memahami arti kebenaran dan keadilan.
Dalam kesempatan ini Presiden Abbas juga mendesak diakhirinya boikot negara-negara Arab terhadap Jerusalem Timur.
Penasehat Abbas kepada BBC mengatakan mengunjungi Masjid al Aqsa bukan berarti mendukung Israel.
"Anda ke al Aqsa berarti mengunjungi rumah rakyat Palestina yang tengah diduduki Israel," kata penasehat Presiden Abbas.
Palestina menginginkan Jerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan negara Palestina.
Namun tidak semua pihak di Palestina setuju dengan posisi Presiden Abbas.
Kelompok Hamas, yang menguasai Gaza, meminta para pejabat negara-negara Arab untuk tidak mengunjungi Jerusalem.





























