Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di Cina

Sumber gambar, AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di Cina dalam kunjungan selama tiga hari dengan agenda utama antara lain peningkatan hubungan perdagangan.
Dalam kunjungan ke Cina mulai Selasa (05/06) Presiden Putin membawa serta enam menteri kabinet, pimpinan perusahaan energi raksasa Gazprom dan beberapa perusahaan energi lainnya.
Delegasi Rusia diperkirakan akan menandatangani sekitar 17 kesepakatan bisnis dan perdagangan dengan Cina di Beijing.
Namun belum jelas apakah kesepakatan yang akan diteken juga meliputi perjanjian yang sudah lama ditunggu-tunggu terkait pengiriman 70 miliar meter kubik gas Rusia ke negara tetangganya itu.
Laporan-laporan menunjukkan Rusia dan Cina masih bersilang pendapat mengenai harga gas.
Volume perdagangan
Rusia merupakan produsen energi terbesar di dunia dan Cina tercatat sebagai konsumen energi terbesar di dunia.
Sebelum bertolak ke Beijing, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada media Cina bahwa Rusia ingin meningkatkan volume perdagangan bilateral menjadi US%100 miliar pada 2015 dan US$200 miliar pada 2020.
Putin menegaskan target tersebut bisa dicapai "sebelum tenggat waktu".

Sumber gambar, internet
Putin dijadwalkan mengadakan perundingan intensif dengan Presiden Cina Hu Jintao pada hari Selasa.
Presiden Rusia juga dijadwalkan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Li Keqiang, yang disebut-sebut akan menjadi perdana menteri mendatang, dan Xi Jinping, yang disebut-sebut akan menjadi presiden setelah perombakan pemimpin sebelum akhir tahun.
Krisis di Suriah diperkirakan juga akan menjadi salah satu agenda penting dalam kunjungan Putin ke Cina.
Cina dan Rusia sama-sama menolak tekanan Barat untuk membantu menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad di tengah pergolakan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Liu Weimin menegaskan Cina dan Rusia menolak intervensi asing dan tetap menjalin hubungan dekat dengan Suriah.





























