Jack Warner ungkap email Sekjen FIFA

Sumber gambar, Reuters
Wakil Presiden FIFA yang sedang diskors, Jack Warner, membuka kepada umum email yang menuduh Mohamed bin Hammam "membeli" final Piala Dunia 2022 untuk Qatar.
Email -yang tampaknya berasal dari Sekjen FIFA, Jerome Valcke, juga mempertanyakan kenapa Ketua Konfederasi Sepakbola Asia, bin Hammam, mencalonkan diri untuk jabatan Presiden FIFA.
"(Hammam) berpendapat anda bisa membeli FIFA seperti mereka membeli Piala Dunia," begitulah salah satu isi email yang diduga ditulis Jerome Valcke.
Saat ini FIFA sedang mencabut sementara keanggotaan Jack Warner dan Bin Hammam sehubungan dengan dugaan suap sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut.
Keanggotaan bin Hammam ditunda oleh Komite Etika FIFA beberapa jam setelah dia menyatakan mundur dari pencalonan Presiden FIFA.
Dengan demikian maka calon satu-satunya untuk jabatan presiden mendatang tinggal Sepp Blatter, yang berupaya untuk masa jabatan keempat.
Pria berusia 75 tahun itu juga menghadapi penyelidikan oleh Komite Etika FIFA, namun memutuskan tidak ada kasus yang dihadapinya.
FIFA sudah menegaskan bahwa pemilihan Presiden FIFA akan tetap berlangsung sesuai rencana, Rabu 1 Juni 2011.
Kemarahan Warner
Jack Warner -yang menjabat Konfederasi Sepakbola Amerika Utara, Tengah dan Karibia atau Concacaf- marah atas dugaan suap yang diajukan kepadanya dan juga keputusan FIFA untuk mencabut sementara keanggotaannya.
Pria asal Trinidad dan Togabo itu mengatakan bahwa penundaan itu merupakan bentuk keadilan yang paling buruk dari sebuah organisasi olahraga.
"Mereka sudah merencanakannya, mereka tidak siap untuk mendengar. Mereka ditunjuk untuk melakukan tugasnya dan mereka melakukannya," katanya merujuk pada Komite Etika FIFA.
"Orang-orangnya ditunjuk Blatter. Sebuah pengadilan kanguru yang tak punya hal yang patut untuk disampaikan," tuturnya.
Warner juga mengatakan sudah menulis kepada Jerome Valcke, yang antara lain berisi tentang hasil pemilihan Presiden FIFA yang bisa menyebabkan perpecahan di kalangan negara-negara Arab dan meminta bin Hammam untuk mundur dari pencalonan.
"Dan Jerome membalas kepada saya yang kutipannya adalah: Tentang MBH (Mohammad bin Hammam), saya tidak mengerti mengapa dia mencalonkan diri. Apakah dia benar-benar berpikir memiliki peluang atau hanya cara ekstrim untuk menyampaikan bahwa dia tidak suka JSB (Joseph Sepp Blatter). Atau dia pikir bisa membeli FIFA seperti mereka (Qatar) membeli WC (World Cup)."

Sumber gambar, AP
Warner memperlihatkan email itu kepada juru kamera TV untuk memastikannya.
"Anda tidak usah harus percaya saya, Anda tidak usah harus suka saya, tak seorangpun perlu makan dengan saya, minum, atau tidur dengan saya tapi, ya Tuhan, ambillah kebenaran jika anda melihatnya."
Dia juga menuduh Blatter memberi hadiah komputer dan dana yang tidak disahkan sebesar US$1 juta kepada para pejabat Concacaf.
Dugaan suap untuk CFU
Pengungkapan email ini merupakan saling tuduh terbaru antara para pejabat tinggi FIFA.
Warner dan Hammam dituduh memberi insentif keuangan kepada para anggota Persatuan Sepakbola Karibia, CFU.
Dalam dokumen yang menjadi bukti tuduhan, disebutkan uang tunai senilai US$40.000 diberikan kepada para anggota CFU dalam pertemuan di Trinidad, tanggal 10 dan 11 Mei.
Uang itu diduga untuk menjamin suara bagi bin Hamman dalam persaingan melawan Blatter saat pemilihan Presiden FIFA.
Dan bin Hammam mengaku bahwa Blatter sebenarnya menyadari terjadinya kesalahan namun tidak melaporkannya, yang merupakan pelanggaran kode etik FIFA.
Bagaimanapun Komisi Etika FIFA menemukan tidak ada kasus yang bisa diajukan kepada Blatter.
Sementara itu, pekan lalu para pejabat Piala Dunia Qatar 2022 membantah tuduhan bahwa mereka menyuap untuk mendapatkan suara dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia. Tuduhan itu diterbitkan oleh surat kabar The Sunday Times.





























