Belanda Nilai Tarif AS soal Greenland Sebagai Bentuk Pemerasan
Sebelum ini, Trump memberikan peringatan kepada negara-negara yang menolak mendukung AS terkait isu Greenland, dengan ancaman kenaikan tarif.

Menteri Luar Negeri Belanda, David van Weel, memberikan kritik tajam terhadap rencana Amerika Serikat untuk mengenakan tarif impor kepada sejumlah negara Eropa terkait isu Greenland.
Ia menilai langkah tersebut sebagai tindakan "pemerasan" yang tidak dapat diterima. Saat berbicara dalam acara WNL op Zondag di stasiun penyiaran publik Belanda NPO pada Minggu (18/1/2026), van Weel menegaskan bahwa penggunaan tarif perdagangan sebagai alat untuk menekan tujuan politik atau militer adalah tindakan yang salah.
"Menggunakan tarif sebagai alat tekanan politik atau militer adalah pemerasan," ujarnya, seperti yang dikutip dari laman Xinhua News pada Senin (19/1).
Van Weel juga menyampaikan bahwa masih ada kesempatan untuk membatalkan kebijakan tersebut sebelum tarif diberlakukan pada 1 Februari.
Ia menekankan, "Prioritas pertama adalah mencabut proposal yang tidak masuk akal ini. Jika itu tidak berhasil, saya tidak bisa mengesampingkan kemungkinan apa pun."
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump pada hari Sabtu mengumumkan bahwa Washington akan memberlakukan tarif 10 persen terhadap semua barang impor dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia mulai 1 Februari.
Trump menambahkan bahwa tarif tersebut akan meningkat menjadi 25 persen pada 1 Juni dan akan tetap berlaku sampai tercapai kesepakatan yang memungkinkan Amerika Serikat membeli Greenland.
Greenland, yang merupakan pulau terbesar di dunia, adalah wilayah otonom dalam Kerajaan Denmark, di mana Kopenhagen masih memegang kendali atas pertahanan dan kebijakan luar negeri.
Amerika Serikat sendiri telah lama memiliki pangkalan militer di wilayah tersebut. Sejak kembali menjabat pada 2025, Trump telah berulang kali menyatakan keinginannya untuk "mendapatkan" Greenland dan dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan tekanan terhadap sekutu-sekutu Eropa.
Pada hari Rabu lalu, Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, dan Menteri Luar Negeri Greenland, Vivian Motzfeldt, bertemu dengan Wakil Presiden AS JD Vance serta Menteri Luar Negeri Marco Rubio di Washington.
Usai pertemuan itu, para pejabat Denmark dan Greenland mengungkapkan bahwa perbedaan pandangan mendasar mengenai masa depan Greenland masih tetap ada.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484425/original/097061200_1769425010-IMG_0897.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477136/original/073061900_1768809759-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4773971/original/069282400_1710509486-Jepretan_Layar_2024-03-15_pukul_20.28.19.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484376/original/031220600_1769421954-166161.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484370/original/045723400_1769421607-39fc2808-7a6f-4116-ad9a-c4a0f778d1a4.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483091/original/000057700_1769328191-SaveGram.App_489413297_18503341201002162_2140091587369195207_n.jpg)


















