Ilmuwan Terkejut! Primata Ini Bisa 'Matisuri' dan Bangun dalam Kondisi Lebih Muda
Setiap tahun, hewan ini memasuki masa mati suri selama berbulan-bulan di lubang pohon atau liang bawah tanah.

Seekor lemur kecil asli Madagaskar membekukan diri selama berbulan-bulan. Setelah muncul kembali, hewan ini menjadi lebih muda.
Para peneliti di Duke University dan UC San Francisco menemukan lemur kerdil berekor gemuk dapat memperpanjang ujung pelindung DNA-nya—disebut telomer—saat dalam keadaan tidak aktif, sehingga tampak lebih muda ketika kembali menampakkan diri.
Lemur kerdil berekor gemuk adalah primata seukuran hamster dan satu-satunya primata yang diketahui berhibernasi, seperti dikutip dari Daily Galaxy, Selasa (8/4).
Setiap tahun, ia memasuki masa mati suri selama berbulan-bulan di lubang pohon atau liang bawah tanah untuk bertahan hidup di musim dingin Madagaskar yang kekurangan makanan. Sementara banyak spesies memperlambat metabolisme mereka sebagai respons terhadap iklim yang keras, lemur ini melakukannya dengan cara yang berbeda—ia mungkin juga memperlambat, atau bahkan membalikkan, proses penuaan pada tingkat sel.
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Biology Letters, para peneliti melacak panjang telomer pada 15 lemur kerdil di Duke Lemur Center.
Selama hibernasi yang diinduksi—yang disimulasikan dengan menurunkan suhu dan menyediakan liang buatan—para ilmuwan mengamati hasil yang mengejutkan: telomer hewan tersebut benar-benar tumbuh lebih panjang. Efek regeneratif ini paling terlihat pada lemur yang memasuki hibernasi dalam dan tak terputus, yang menunjukkan adanya korelasi antara kedalaman mati suri dan peremajaan sel.
Tak Permanen
Perubahan tersebut tidak permanen. Dalam waktu dua minggu setelah keluar dari hibernasi, telomer lemur kembali ke panjang sebelumnya.
Penulis utama studi, Marina Blanco mengatakan pemanjangan sementara dapat membantu mengimbangi kerusakan sel yang disebabkan oleh stres pemanasan ulang berkala—proses yang mirip dengan menyalakan kembali mesin yang dingin.
Adaptasi ini dapat memperpanjang umur lemur, di mana ada yang bisa mencapai usia hampir 30 tahun, sementara usia primata serupa yang tidak berhibernasi berkisar hanya sampai12–13 tahun.
Ilmuwan masih belum sepenuhnya memahami mekanisme di balik perpanjangan telomer lemur kerdil, tetapi implikasinya menjanjikan. Pemanjangan telomer yang sebanding telah diamati pada manusia yang terpapar kondisi ekstrem—seperti astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional atau aquanaut yang menghabiskan waktu berbulan-bulan di bawah air.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482115/original/006639700_1769160494-1000071416.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3404433/original/036356200_1616041786-ilustrasi-mayat-ilustrasi-jenazah-ilustrasi-orang-mati_20180416_074120.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/5482114/original/082670100_1769160378-20260123-kejutan-di-wef-2026-prabowo-klaim-indonesia-memiliki-ini-dan-siap-mengejutkan-dunia-7c09ec.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482100/original/068329100_1769159654-151700.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5453883/original/093774800_1766533915-Hamza-Abdelkarim-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5470545/original/072741600_1768209882-jem2.jpg)















