India Larang Obat Batuk Sirup yang Diduga Tewaskan 14 Anak
Tiga Negara Bagian di India melarang peredaran obat batuk sirup yang diduga menyebabkan kematian pada anak.

Setidaknya tiga negara bagian di India telah mengambil langkah untuk melarang sebuah obat batuk sirup setelah terjadinya kematian beberapa anak yang diduga disebabkan oleh konsumsi produk tersebut.
Hal ini diungkapkan oleh otoritas setempat serta laporan dari berbagai media. Kematian dari sedikitnya 14 anak yang terjadi sejak akhir Agustus di Negara Bagian Madhya Pradesh dan Rajasthan telah dikaitkan dengan obat batuk sirup yang mereka konsumsi.
Kementerian Kesehatan India mengumumkan pada hari Sabtu (4/10/2025) bahwa hasil uji laboratorium terhadap sampel sirup yang diminum oleh anak-anak tersebut menunjukkan adanya kontaminasi diethylene glycol (DEG), sebuah zat beracun yang sering digunakan dalam pelarut industri dan dapat berakibat fatal meskipun tertelan dalam jumlah yang sangat sedikit.
"Berdasarkan hasil pengujian, sampel tersebut mengandung DEG melebihi batas yang diizinkan," ungkap kementerian dalam sebuah pernyataan yang dilansir oleh CNA. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan masyarakat dan meningkatkan perhatian terhadap keamanan produk obat yang beredar di pasaran.
Pemerintah setempat berkomitmen untuk menyelidiki lebih lanjut dan memastikan bahwa produk yang berbahaya tidak lagi tersedia untuk konsumen, terutama anak-anak. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.
Produk lain dari produsen yang sama dilarang
Sirup batuk yang dipasarkan dengan merek Coldrif merupakan produk yang dihasilkan oleh Sresan Pharma di fasilitas yang terletak di Negara Bagian Tamil Nadu, India bagian selatan.
Menurut Menteri Utama Negara Bagian Madhya Pradesh, Mohan Yadav, "Penjualan sirup ini telah dilarang di seluruh wilayah Madhya Pradesh."
Selain itu, beliau juga menambahkan, "Penjualan produk lain dari perusahaan yang memproduksi sirup ini juga akan dilarang."
Selain Madhya Pradesh, otoritas di Negara Bagian Tamil Nadu dan Kerala juga dilaporkan telah melarang peredaran produk tersebut. Obat batuk sirup yang berasal dari India ini telah menarik perhatian dunia dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini disebabkan oleh laporan mengenai kematian yang terjadi akibat penggunaan sirup tersebut di berbagai negara, termasuk insiden yang menewaskan lebih dari 70 anak di Gambia pada tahun 2022.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480103/original/031715700_1769041871-IMG_5557.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482811/original/027935300_1769254413-IMG_7051.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482788/original/034488500_1769250453-G_a6Q8XbYAAsm42.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482438/original/071932200_1769206214-Inter_Milan_vs_Pisa_lagi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5456635/original/096053100_1766912433-david.jpeg)



















