Seberapa Kuat Militer Iran Hadapi Israel dan Kroninya?
Iran sudah punya pengalaman dalam menghadapi peperangan. Hal itu terbukti saat Iran perang melawan Irak pada 1980-1988.

Perang antara Iran dan Israel makin menghangat, setelah Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran. Namun, Pengamat Timur Tengah Faisal Assegaf mengatakan kekuatan Iran tak bisa dianggap remeh.
Dia mengatakan, Iran sudah punya pengalaman dalam menghadapi peperangan. Hal itu terbukti saat Iran perang melawan Irak pada 1980-1988.
"Mereka (Iran) sudah punya pengalaman perang lama 1980-1988 lawan Irak 8 tahun," kata Faisal, saat podcast dengan merdeka.com, Senin (23/6).
Sementara, Israel hanya punya pengalaman perang dengan Hamas. Tentu, berbeda dengan Iran yang melawan Irak.
"Israel baru perang lama lawan Hamas. Hamas ini milisi loh bukan negara. Nah Irak ini negara kan lain kemampuannya sistemnya, anggarannya, ketahananya terus skill nya beda dengan milisi pasti Iran lebih kuat," ungkapnya.
Selain itu, Faisal menyebut Iran lebih kuat karena serangan yang dilancarkan ke Israel membuat ketar-ketir dan langsung meminta bantuan ke Amerika Serikat.
"Ini baru dua hari netanyahu udah minta bantuan karena Benjamin Netanyahu (Perdana Menteri Israel) tidak menyangka siapa yang menyangka Tel Aviv bisa hancur begitu ga nyangka Haifa juga begitu karena serangan yang dilakukan Hizbullah Hamas kan beda roketnya dengan peluru kendali Iran sebagai sebuah negara," ungkapnya.
"Jadi memang boleh dibilang salah perhitungan dalam Netanyahu dalam menyerang Iran," sambung dia.
Sehingga, Faisal menyebut, strategi serangan yang dilakukan Israel tak berlaku bagi Iran.
"Ternyata walaupun panglima angkatan bersenjata jadi Netanyahu seolah ingin mengulang apa yang dilakukan terhadap Hizbullah jadi semua rantai komando dihabisi sampai pemimpin tertinggi kan tapi itu enggak bisa, enggak berlaku di Iran karena Iran sebagai sebuah negara punya mekanisme. Kalau panglima angkatan bersenjatanya tewas pasti ada penggantinya lah engga mungkin engga ini kan negara konteksnya," imbuh Faisal.

Awal mula Iran-Israel Saling Serang
Dikutip laman USA Today, konflik antara Iran dan Israel dimulai sejak Israel secara mengejutkan mengirimkan serangan nuklir ke Teheran, Iran yang merenggut nyawa sejumlah pemimpin militer di wilayah tersebut.
Menurut The Critical Threats Project (CPT) di American Enterprise Institute and the Institute for the Study of War (ISW), pada sekitar pukul 8 malam waktu setempat Israel mengirimkan serangan udara pertama yang ditargetkan pada program nuklir di Iran. Serangan tersebut juga turut menargetkan kepemimpinan Iran.
Adapun wilayah yang ditargetkan oleh pada saat itu adalah 'jantung' program rudal di Republik Islam Iran. Dengan adanya serangan mendadak tersebut tercatat seluruh eselon atas komandan militer Iran di wilayah tersebut meninggal dunia.
Selanjutnya, Israel kembali mengirimkan serangan kepada Iran, pada 14 Juni 2025. serangan ditargetkan pada fasilitas senjata bawah tanah yang berada di wilayah Iran bagian barat.
Bahkan, Israel telah mengebom sejumlah fasilitas energi yang ada di wilayah lain Iran, yaitu di bagian selatan.
Salah satu lokasi yang menjadi target Israel adalah ladang gas terbesar di Iran, yaitu South Pars. Bahkan Kementerian Perminyakan Iran memberikan informasi yang menyatakan depot Shahran juga menjadi sasaran target pengeboman.
Mulai Minggu (15/6) serangan balasan melalui udara juga dikirimkan oleh Iran. Israel masih tetap menargetkan sejumlah lokasi strategis di Iran, satu di antara kawasan pemerintahan Iran.
Sementara itu, Iran juga turut mengirimkan ratusan pesawat nirawak dan juga rudal. Serangan ini menargetkan pusat penelitian terkemuka hingga kilang minyak yang ada di negara tersebut.
Pada 16 Juni 2025, serangan Israel masih terus dikirimkan terhadap Iran. Terjadi pengeboman di pusat komando unit militer elit yang ada di kawasan Iran. Bahkan Israel berhasil menyerang pesawat tempur milik Iran.
Dengan adanya serangan susulan dari Israel kali ini, beberapa pabrik pengayaan uranium terbesar yang ada di Iran mengalami kerusakan yang parah. Tidak hanya itu, pemadaman listrik juga sempat terjadi di Natanz, Iran.
Kemudian, Selasa (17/6), Israel kembali menyerang kota-kota yang berada di kawasan Iran dengan bom. Sebaliknya, beberapa rudal Iran juga telah diluncurkan ke Israel. Di tanggal inilah sejumlah infrastruktur penting di Iran mengalami kerusakan.
Bahkan pihak militer Israel menargetkan salah satu kawasan tersulit yang ada di Iran. Kawasan tersebut tidak lain adalah pabrik pengayaan nuklir yang terletak di Fordo, Iran.
Hingga kini, konflik antara Israel dan Iran terus berlanjut yang tak hanya merusak infrastruktur di beberapa wilayah yang ada di kedua negara tersebut. Akan tetapi, serangan udara yang terus-menerus dikirimkan satu sama lain juga telah merenggut korban jiwa hingga luka-luka.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5187168/original/083476600_1744683863-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475935/original/081315100_1768698227-115771.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475841/original/087878400_1768663052-000_932Q8KW.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5197520/original/095088500_1745476635-IMG-20250424-WA0038.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475932/original/049906700_1768695353-115507.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475928/original/032653900_1768693499-IMG-20260117-WA0238.jpg)























