'Israel Sudah Kalah Perang Sejak Awal'
Sebab, Iran yang mendapat sanksi politik, ekonomi dan militer dapat memberikan serangan yang menyakitkan bagi Israel.

Pengamat Timur Tengah Faisal Assegaf mengatakan, jika Iran memenangkan perang dengan Israel. Sebab, Iran yang mendapat sanksi politik, ekonomi dan militer dapat memberikan serangan yang menyakitkan bagi Israel.
"Jadi kemungkinan besar perang bakal berlangsung lama dan itu tentu bagus, pertama Israel bakal terpojok karena memang dari awal Israel sudah kalah dalam perang ini," kata Faisal, saat podcast dengan merdeka.com, Senin (23/6).
Kemudian, cara berperang Israel yang 'keroyokan' dengan meminta bantuan kepada Amerika, menjadi analisis kedua Faisal jika Iran menang telak atas Iran.
"Saya berani menyimpulkan kenapa Iran sudah menang sejak awal perang pertama ini negara sudah saya sebutkam sudah dikenai sanksi ekonomi politik militer artinya mereka harus memenuhi kebutuhannya secara mandiri baik itu secara kekuatan pertahanan, keamanan walaupun ada Rusia China tapi bantuan terbatas karena ada sanski itu ini bisa melawan negara yang tiap tahun mendapat bantuan ekonomi, militer dari Amerika 3,8 miliar terus proyek sistem pertahanannya juga dibantu oleh bantuan Amerika sendiri, negara yang diblokade secara ekonomi, politik, militer bisa melawan Israel yang menikmati bantuan luar biasa dari Amerika," jelasnya.
"Dalam konteks militer Iran ini berperang sendiri kalau Israel keroyokan dibantu Amerika terus dibantu Inggris juga sama di Gaza pun lawan Hamas, Israel keroyokan itu menunjukan namanya orang keroyokan dengan orang sendiri kan pengecut. Orang pengecutkam artinya orang yang kalah," sambung dia.

Iran di Atas Angin
Bahkan, saat Iran menyerang Israel, Amerika langsung meminta Iran untuk memghentikan peperangan dan menyerah tanpa syarat.
Hal itu, menurut Faisal tidak akan dilakukan oleh Pemimpin Agung Iran Ali Khamenei. Karena, Iran tengah berada di atas angin.
"Ketika orang berani berperang sendiri dengan keroyokan kan yanh pengecut kan keroyokan artinya Iran tentu sudah memang dalam posisi itu kalau Israel enggak dibantu keok-nya cepat," tegas Faisal.
"Ini saja sudah baru dua hari perang Benjamin Netanyahu (Perdana Menteri Israel) sudah mimta bantuan Amerika Trump juga enggak nyangka serangan ini begitu menyakitkan buat Israel dia mimta perang dihentikan Iran menyerah tanpa syarat kan enggak mungkin ini Iran sedang berada di atas angin sekarang dan mereka tentu tidak alam menyia-nyiakan momentum ini," imbuh dia.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473406/original/018329500_1768441757-Real_Madrid_vs_Albacete_debut_Arbeloa-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475371/original/033901300_1768585843-IMG_2590.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)























