Arkeolog Temukan Makam Hewan Berusia 2.000 Tahun di Mesir, Pemakaman Tersusun Rapi dan Penuh Mainan
Pemakaman itu diisi oleh sekitar 500 lebih hewan. Tersusun rapi dan teratur, banyak mainan seperti kalung memenuhi makam.

Para arkeolog menemukan pemakaman hewan berusia sekitar 2.000 tahun di pinggiran kota pelabuhan kuno Berenike, Mesir.
Temuan ini menyingkap praktik penguburan hewan yang rapi dan penuh perhatian jauh dari sekadar ritual keagamaan dan memperkuat dugaan bahwa ikatan emosional manusia dengan hewan peliharaan telah terjalin sejak lama, dikutip dari www.guinnessworldrecords.com, Senin (15/12).
Pemakaman itu berisi sisa-sisa 585 hewan, didominasi 536 kucing dan 32 anjing, serta sejumlah monyet, burung, hingga seekor rubah. Masing-masing dikubur dalam lubang tersendiri, sebagian dibungkus kain kafan dan ditutupi pecahan tembikar.
Beberapa di antaranya disertai jimat, kalung hias, bahkan benda yang diduga mainan, seperti ekor sapi kering.
Ahli arkeozoologi Marta Osypinska dari Akademi Ilmu Pengetahuan Polandia menyatakan temuan ini berbeda dari praktik pengorbanan.
Tidak ditemukan tanda mumifikasi, pembunuhan disengaja, atau penguburan manusia sezaman di lokasi tersebut.
"Ciri-ciri ini menunjukkan pemakaman hewan peliharaan rumahan, bukan ritual sakral," tulis Osypinska.
Ada Kondisi Tulang Anjir Cidera
Bukti tambahan datang dari kondisi tulang sejumlah anjing menunjukkan cedera atau penyakit jangka panjang indikasi perawatan intensif di wilayah yang sumber dayanya mahal dan diimpor. Ukuran beberapa anjing juga kecil, menguatkan fungsi sebagai hewan pendamping.
Meski sebagian ilmuwan mengingatkan agar istilah "hewan peliharaan" tidak dibaca dengan kacamata modern, Osypinska menegaskan konteks Mesir Kuno yang sangat menghargai kucing serta jumlah dan cara penguburan yang terpusat, sulit disangkal.
Relasi Emosional
"Temuan di Berenike mematahkan anggapan bahwa relasi emosional manusia–hewan adalah fenomena modern," katanya.
Penemuan ini menambah daftar panjang bukti lintas budaya bahwa hewan tidak hanya dimanfaatkan, tetapi juga disayangi sebuah kisah lama tentang persahabatan yang tetap relevan hingga hari ini.
Reporter Magang: Ahmad Subayu





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475928/original/032653900_1768693499-IMG-20260117-WA0238.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475924/original/031054700_1768690698-IMG-20260117-WA0172.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475812/original/099904100_1768657086-Serpihan.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5432495/original/005614800_1764809441-000_86ZV73K.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462366/original/095961900_1767572953-5.jpg)















