Lebaran dalam Bingkai Kenangan dan Keheningan
Menjelang hari raya Idul Fitri, suasana rumah terasa berbeda. Rumah yang biasanya dipenuhi dengan tawa dan kebersamaan keluarga, kini tampak sunyi.

Menjelang hari raya Idul Fitri, suasana rumah terasa berbeda. Rumah yang biasanya dipenuhi dengan tawa dan kebersamaan keluarga, kini tampak sunyi.
Bagi keluarga Bobi Widiantoro (30), hari raya tahun ini begitu penuh dengan perasaan haru. Sang ayah tercinta telah tiada sekitar sepekan jelang Lebaran.
Kepergian ayah meninggalkan luka mendalam bagi ibunda Bobi, anak-anak, serta seluruh sanak saudara.
"Ada rasa kehilangan yang begitu mendalam. Kami biasanya berkumpul, berbincang hangat, dan saling bercerita, tapi tahun ini, keheningan yang lebih terasa," ungkap Bobi saat cerita dengan Merdeka.com, Jumat (4/3).
Mendiang ayah selalu menjadi sosok yang penuh semangat setiap kali menyambut Lebaran. Dia adalah orang yang tidak pernah absen mendekorasi rumah, serta menjadi pemandu keluarga dalam menjalani ibadah puasa dan merayakan hari kemenangan.
Namun, kini tak ada lagi langkah kaki ayah yang terdengar di rumah. Tak ada lagi suara tawa dan candaan yang biasa mewarnai kebersamaan keluarga di hari Lebaran.
Meskipun ada kesedihan yang menyelimuti, Bobi dan keluarga berusaha tegar dan saling mendukung satu sama lain. Tradisi ziarah ke makam ayah menjadi momen yang tak terelakkan. Mereka menyambangi makam sang ayah dengan membawa doa, mengenang segala kebaikan yang pernah diberikan selama hidupnya.
"Ziarah ini bukan hanya sekadar menghormati ayah, tapi juga untuk merasakan kehadirannya, meskipun secara fisik ia sudah tiada. Ini cara kami merayakan Lebaran dengan mengenang kebersamaan yang dulu ada," ujar Bobi.
Ziarah yang berlangsung sederhana namun penuh makna. Di tengah kesunyian makam yang terletak tidak jauh dari rumah, Bobi dan keluarga berdoa agar ayah mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.
Diiringi dengan doa yang tulus, mereka merasakan ada kedamaian meskipun hati mereka masih diliputi rindu. Bobi dan keluarga ini yakin meski sang ayah telah meninggalkan mereka, kasih sayang dan ajaran yang ditinggalkannya akan selalu hidup dalam hati.
"Lebaran ini tidak hanya soal makanan dan pakaian baru, tapi juga soal mengenang orang-orang yang kita cintai, terutama ayah yang telah mengajarkan kami arti kebersamaan," ucap Bobi.
Baginya, kepergian orang tercinta memang selalu menyisakan kesedihan, apalagi ketika momen spesial seperti Lebaran tiba. Namun, Bobi dan keluarga belajar untuk tetap tegar, merayakan hari kemenangan dengan penuh rasa syukur, dan mengenang dengan cinta segala kenangan indah bersama sang ayah.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482441/original/024948900_1769210307-1001544126.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482440/original/041593200_1769209602-154379.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482439/original/097662000_1769208475-IMG-20260124-WA0005.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482423/original/007306000_1769187020-1000017452.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481427/original/032187300_1769130251-WhatsApp_Image_2026-01-23_at_08.01.58.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482422/original/066428100_1769187014-IMG-20260123-WA0194.jpg)

















