Demo Memanas, Median: Publik Geram pada Kenaikan Gaji dan Tunjangan DPR
Median baru saja mengumumkan hasil penelitian mengenai demonstrasi yang berakhir dengan kerusuhan di sejumlah kota di Indonesia pada akhir Agustus.

Median baru saja meluncurkan hasil penelitian mengenai demo berujung kerusuhan yang berlangsung di beberapa kota di Indonesia pada akhir Agustus dan awal September lalu.
Pengumpulan data dilakukan antara 8 hingga 13 September 2025 dengan menggunakan kuesioner berbasis Google Form yang disebarkan melalui platform media sosial Meta, dengan sasaran pengguna aktif berusia 17 hingga 60 tahun. Kuesioner tersebut dibagikan di akun media sosial di seluruh provinsi di Indonesia, dan berhasil mengumpulkan 643 responden.
Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, menjelaskan bahwa mayoritas responden mengetahui tentang aksi demonstrasi yang terjadi.
"Mayoritas responden yakni 85,8 persen mengetahui aksi demonstrasi itu, dan tidak tahu 14,2 persen," kata Rico dalam paparannya pada Senin (22/9).
Sumber informasi yang paling banyak digunakan oleh responden untuk mengetahui tentang demonstrasi adalah Facebook dengan persentase 72 persen, diikuti oleh Instagram 67,2 persen, Tiktok 61,4 persen, televisi 58,5 persen, dan Youtube 44,9 persen.
Sementara itu, responden juga mengungkapkan bahwa mereka mengetahui aksi unjuk rasa melalui portal berita sebanyak 35 persen, diskusi dengan teman 30 persen, X (Twitter) 28,9 persen, melihat langsung 17,1 persen, dan radio 8,1 persen.
Rico juga menjelaskan bahwa saat responden ditanya mengenai persepsi mereka terhadap demonstrasi, jawaban yang paling banyak muncul adalah kerusuhan dengan persentase 26,9 persen, diikuti oleh penolakan terhadap kenaikan gaji DPR 17,1 persen, penyampaian aspirasi 15,7 persen, serta tuntutan keadilan untuk korban ojol, Affan Kurniawan, sebanyak 10,6 persen.
"Bubarkan DPR 5,3 persen, kekecewaan rakyat 5 persen, tuntutan 17+8 sebanyak 3,3 persen, jalanan macet juga 3,3 persen, dan aksi damai 2,8 persen," ujarnya.
Median juga menanyakan kepada responden mengenai faktor yang memicu aksi demo berujung kerusuhan di beberapa kota di Indonesia. Faktor yang paling tinggi adalah kenaikan gaji dan tunjangan DPR dengan persentase 30,2 persen, perilaku arogan DPR 9,8 persen, ketidakpedulian terhadap rakyat 8,1 persen, kesulitan ekonomi 6,5 persen, serta kesenjangan ekonomi 4,2 persen.
"Pejabat korupsi dan kekecewaan rakyat terhadap DPR masing-masing 4 persen, kinerja buruk 3,1 persen, dan pejabat yang tidak empati 2,6 persen," ujarnya.
Hasil penelitian ini memberikan gambaran yang jelas tentang persepsi masyarakat terhadap aksi demonstrasi dan faktor-faktor yang memicu kerusuhan.
Hasil survei
Menurut hasil survei, media sosial kini menjadi saluran utama dalam membentuk kesadaran masyarakat. Tiga platform teratas yang paling banyak digunakan oleh responden adalah Facebook (72,0 persen), Instagram (67,2 persen), dan TikTok (61,4 persen).
Meskipun demikian, media tradisional seperti televisi tetap memiliki peranan yang signifikan dengan angka 58,5 persen. Selain itu, YouTube dan portal berita online juga berkontribusi dengan persentase masing-masing sebesar 44,9 persen dan 35,0 persen. Di sisi lain, penggunaan radio sebagai sumber informasi terkait demonstrasi tergolong rendah, hanya mencapai 8,1 persen.
"Temuan ini menegaskan bahwa opini publik hari ini dibentuk secara dominan oleh informasi di media sosial. Namun, televisi dan media online masih menjadi referensi penting, terutama bagi kalangan yang lebih luas," katanya.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun media sosial mendominasi, media tradisional tetap memiliki pengaruh yang tidak bisa diabaikan. Dengan demikian, penting bagi masyarakat untuk memahami berbagai sumber informasi yang ada agar dapat membentuk opini yang lebih objektif dan berimbang.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483104/original/095627800_1769329223-Screenshot_2026-01-25_145011.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5196555/original/022471000_1745413931-20250423-Perkotaan-ANG_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483057/original/024499400_1769322388-IMG_7044.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2875201/original/066634400_1565157463-20190807-Kakbah-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483053/original/032944300_1769321487-Masjid_Kubah_Baret_Merah_Kopassus.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483041/original/021701200_1769320645-Anggota_TNI_diamankan_terkait_insiden_dengan_warga_di_Talaud.jpg)























