Di IKN, Manusia akan Hidup Berdampingan dengan Binatang Buas
Bambang menyampaikan, sejak awal, IKN memang dirancang untuk selaras dengan ekosistem alaminya.

Mantan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Bambang Susantono membeberkan konsep yang menjadi bagian dari perencanaan IKN. Di antaranya, manusia hidup berdampingan secara harmonis dengan satwa liar.
Bambang menyampaikan, sejak awal, IKN memang dirancang untuk selaras dengan ekosistem alaminya.
"Bagaimana nanti format alam binatang buas sama flora-faunanya bisa berdampingan," ujar Bambang dalam sebuah podcast bersama Merdeka.com, Selasa (3/6).
Dia menjelaskan, IKN akan mengadopsi konsep pembangunan yang memperhatikan keberadaan satwa liar, bukan mengusirnya.
Kota akan dirancang dengan penghalang alami agar hewan buas tidak langsung bersentuhan dengan manusia, namun tetap mempertahankan konektivitas habitat mereka.
"Apakah nanti ada barier, jadi kotanya itu nanti memang mereka tidak langsung yang binatang buas itu, tapi ada bariernya. Kita buat konsep-konsep secara alam, di mana mereka nanti enggak akan masuk," tuturnya.
Seperti di Canberra

Bambang menekankan, pentingnya membangun kota yang tidak sepenuhnya berpusat pada manusia. Ia mengkritisi pendekatan antroposentris atau manusia-sentris dalam pembangunan modern.
"Yang menarik, selama ini kan terlalu secara teori ya antroposentris, semuanya dilihat dari kepentingan manusia. Kalau di IKN, alam dan satwa liar juga bagian dari itu. Jadi enggak cuma manusia saja, tapi alam semesta ini harus seimbang. Ini konsep baru loh," jelasnya.
Dia mencontohkan praktik di Canberra, Australia, di mana masyarakat hidup berdampingan dengan berbagai satwa lokal yang terkadang muncul di area perkotaan. Di sana, di tempat tertentu diberi plang atau tanda hati-hati kepada hewan sejenis burung.
"Misalkan Canberra ya kan ibu kota Australia di beberapa tempat tuh ada pengumuman tuh, hati-hati di sini dengan ada sejenis burung yang kita lewat situ kadang kadang dia matok kepala kita, kenapa? Itu teritori dia itu karena memang wildlife ya mereka, itu juga mungkin terjadi di kita (IKN), apa nanti (burung) kakatua atau apa datang," tuturnya.
Ada Koridor Satwa

Lebih jauh, IKN juga akan dilengkapi dengan terowongan atau koridor satwa yang memungkinkan hewan melintasi jalan atau infrastruktur tanpa terganggu aktivitas manusia. Hal ini dilakukan demi menjaga kesinambungan ekosistem.
"Dan di sana di beberapa jalan disediakan terowongan binatang buas bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain apalagi kalau dia terpisah karena ada jalannya," ucapnya.
"Jadi ekosistem dia memang harus dibiarkan nyambung, karena duluan dia loh dari pada kita, kita kan yang belakangan nyambung, karena dia duluan loh dari pada kita, kita kan belakangan bangun, dia rumahnya dia, nah ini harus seimbang ke depannya," pungkasnya.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475932/original/049906700_1768695353-115507.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475928/original/032653900_1768693499-IMG-20260117-WA0238.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475924/original/031054700_1768690698-IMG-20260117-WA0172.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475812/original/099904100_1768657086-Serpihan.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5432495/original/005614800_1764809441-000_86ZV73K.jpg)











