Dinkes Cianjur Gencarkan Program Piring Seimbang untuk Tekan Angka Stunting
Dinas Kesehatan Cianjur terus berupaya menekan angka stunting melalui program Piring Seimbang, sebuah konsep pola makan sehat untuk pemenuhan gizi anak. Ketahui dampak positifnya bagi generasi mendatang!

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, secara aktif menggencarkan berbagai inisiatif strategis guna menekan angka stunting di wilayahnya. Salah satu program unggulan yang diterapkan adalah pola makan sehat melalui konsep Piring Seimbang, sebuah upaya komprehensif untuk memastikan pemenuhan gizi optimal bagi anak-anak.
Program ini menjadi perhatian utama karena dampaknya yang signifikan terhadap kualitas hidup anak hingga mereka dewasa. Dengan kombinasi gizi yang tepat, anak-anak diharapkan dapat tumbuh sesuai standar usia, memiliki perkembangan otak yang optimal, serta terhindar dari kondisi kekurangan gizi kronis yang dapat menghambat potensi mereka.
Kepala Dinkes Cianjur, Made Setiawan, menyatakan bahwa implementasi Piring Seimbang tidak hanya berfokus pada asupan gizi, tetapi juga edukasi menyeluruh kepada masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan generasi penerus yang lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.
Konsep Piring Seimbang dan Sumber Gizi Optimal
Program Piring Seimbang yang diusung Dinkes Cianjur memiliki konsep pembagian porsi yang jelas dan seimbang antara berbagai kelompok makanan. Konsep ini menganjurkan porsi 50 persen untuk karbohidrat dan protein, serta 50 persen lainnya untuk buah dan sayuran, memastikan anak mendapatkan nutrisi lengkap setiap harinya.
Made Setiawan menjelaskan, "Karbohidrat tidak hanya nasi tetapi juga bisa dari pangan lokal seperti jagung, singkong, kentang, ubi, dan sagu, sedangkan kebutuhan protein dapat dipenuhi dari daging, ikan, ayam, telur, maupun dari protein nabati seperti tahu, tempe, serta produk olahannya." Diversifikasi sumber pangan ini penting untuk memastikan kecukupan gizi dan memanfaatkan potensi lokal.
Penerapan Piring Seimbang ini menjadi langkah krusial karena akan berdampak panjang pada kualitas hidup anak hingga dewasa. Anak-anak yang mendapatkan gizi seimbang akan terhindar dari stunting, mampu tumbuh sesuai standar usia, dan memiliki perkembangan otak yang optimal, sehingga mereka dapat mencapai potensi penuhnya.
Peran Bersama dalam Pencegahan Stunting
Pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab orang tua, melainkan membutuhkan dukungan kolektif dari seluruh elemen masyarakat. Lingkungan sekitar, termasuk pemerintah, pengusaha, tokoh agama, dan tokoh pemuda, memiliki peran penting dalam menciptakan perubahan nyata melalui gerakan bersama.
Dinkes Cianjur terus menjalankan berbagai edukasi mengenai pola makan sehat, kebersihan, dan kesehatan di seluruh wilayah. "Berbagai edukasi mengenai pola makan sehat, kebersihan, dan kesehatan menjadi langkah penting untuk memastikan generasi mendatang tumbuh lebih sehat, cerdas, dan produktif akan terus dijalankan di seluruh wilayah Cianjur," ujar Made Setiawan.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat, diharapkan angka stunting dapat ditekan secara signifikan. Generasi yang tumbuh dengan gizi yang baik tidak hanya menjadi modal pembangunan saat ini, tetapi juga aset penting untuk mewujudkan masa depan bangsa yang lebih berkualitas.
Made Setiawan menegaskan bahwa penanganan stunting adalah tanggung jawab bersama. Pihaknya bahkan berinisiatif melakukan pendekatan pada pengusaha dari berbagai bidang agar dapat turut serta membantu penanganan stunting ini, menunjukkan komitmen untuk kolaborasi multi-sektoral.
Capaian dan Target Penurunan Angka Stunting di Cianjur
Upaya masif yang dilakukan Dinkes Cianjur dan berbagai pihak telah menunjukkan hasil yang positif. Tercatat, angka persentase kasus stunting di Kabupaten Cianjur terus menurun secara signifikan.
Made Setiawan mengungkapkan, "Tercatat angka persentase kasus stunting di Kabupaten Cianjur terus menurun hingga pertengahan 2025 jumlahnya berada di angka 7,3 persen yang sebelumnya di angka 11,4 persen." Penurunan ini merupakan indikasi keberhasilan program seperti Piring Seimbang dan edukasi gizi.
Pihak Dinkes Cianjur menargetkan penurunan yang lebih besar lagi hingga akhir tahun 2025. Bersama dinas terkait lainnya, mereka fokus pada langkah-langkah pencegahan agar tidak muncul kasus baru. "Ini menjadi tugas bersama agar angka stunting terus menurun hingga nol kasus," pungkas Made Setiawan, menegaskan komitmen untuk mencapai target bebas stunting.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475944/original/046795200_1768703011-116193.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4706398/original/039666800_1704367377-20240104-Banjir_Kemang_Utara-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5187168/original/083476600_1744683863-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475935/original/081315100_1768698227-115771.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475841/original/087878400_1768663052-000_932Q8KW.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5197520/original/095088500_1745476635-IMG-20250424-WA0038.jpg)





