Dinkes Mataram Targetkan 11 Puskesmas Buka Layanan Sore, Tingkatkan Akses Kesehatan Warga
Dinas Kesehatan Kota Mataram berencana membuka layanan sore di 11 puskesmas hingga akhir 2025, menyusul keberhasilan uji coba. Inisiatif ini diharapkan meningkatkan akses kesehatan bagi warga dengan Layanan Sore Puskesmas Mataram.

Dinas Kesehatan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengambil langkah progresif dengan menargetkan pembukaan layanan sore di seluruh 11 puskesmas. Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu pada jam kerja normal. Target ambisius ini diharapkan dapat terealisasi sepenuhnya pada akhir tahun 2025, memberikan fleksibilitas lebih bagi warga.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram, dr. H. Emirlad Isfihan, mengonfirmasi bahwa program ini segera digulirkan setelah uji coba di Puskesmas Karang Taliwang menunjukkan hasil positif. Uji coba yang dimulai akhir Oktober 2025 tersebut dinilai efektif dalam memberikan waktu layanan yang lebih fleksibel. Keberhasilan ini menjadi dasar kuat bagi Dinkes Mataram untuk mereplikasi program serupa di puskesmas lainnya.
Langkah ini merupakan respons terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan yang tinggi serta tingginya angka kunjungan pasien di puskesmas. Dengan rata-rata 100 hingga 200 pasien per hari di setiap puskesmas, total kunjungan bisa mencapai lebih dari 2.000 orang setiap harinya. Pembukaan layanan sore diharapkan tidak hanya meningkatkan akses, tetapi juga kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin.
Peningkatan Akses dan Efektivitas Layanan Kesehatan
Dinas Kesehatan Kota Mataram menargetkan 11 puskesmas di wilayahnya akan membuka layanan poliklinik sore secara bertahap hingga akhir tahun 2025. Langkah ini diambil setelah uji coba layanan poliklinik sore di Puskesmas Karang Taliwang, yang dimulai akhir Oktober 2025, dinilai sangat efektif. Keberhasilan ini menjadi pendorong utama untuk segera mengimplementasikan program serupa di seluruh fasilitas kesehatan primer.
Setelah Puskesmas Karang Taliwang, beberapa puskesmas lain yang akan menyusul membuka layanan sore adalah Puskesmas Ampenan, Karang Pule, Tanjung Karang, dan Puskesmas Babakan. "Sisanya kami targetkan tahun ini juga sudah buka layanan sore, sebagai respons terhadap kebutuhan pelayanan dan tingginya angka kunjungan," kata dr. H. Emirlad Isfihan. Tingginya angka kunjungan menunjukkan kesadaran masyarakat akan pentingnya akses kesehatan.
Angka kunjungan pasien di puskesmas rata-rata melayani antara 100 hingga 200 pasien per hari. Jika satu puskesmas melayani sekitar 100-200 pasien, maka total pasien yang berkunjung ke seluruh puskesmas di Mataram bisa mencapai lebih dari 2.000 orang setiap hari. Meskipun angka ini tinggi, Emirald berharap hal itu tidak berarti jumlah masyarakat yang sakit meningkat drastis, melainkan "menjadi indikasi positif bahwa kesadaran masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan meningkat."
Antisipasi Kendala dan Optimalisasi Sumber Daya
Menanggapi kekhawatiran mengenai potensi kekurangan tenaga medis atau kewalahan saat semua puskesmas membuka layanan sore, Kepala Dinkes Mataram, dr. H. Emirlad Isfihan, meyakinkan bahwa hal tersebut telah diantisipasi dengan matang. Pihaknya optimistis bahwa petugas tidak akan kewalahan, karena telah ada pengaturan tugas yang disesuaikan. Pengaturan ini mempertimbangkan kemampuan dan jumlah personel yang tersedia di masing-masing puskesmas.
"Insya Allah, petugas kami cukup dan siap karena sudah ada pengaturan jadwal," tegas Emirald. Pengaturan jadwal ini memastikan bahwa setiap puskesmas memiliki personel yang memadai untuk melayani pasien pada jam operasional sore hari. Fokus utama layanan sore adalah poliklinik umum, yang dirancang untuk menangani masalah kesehatan masyarakat secara umum dan mendasar.
Untuk layanan poliklinik khusus seperti gigi, ibu hamil, dan anak, pelayanan tetap akan difokuskan pada jam kerja normal atau pagi hari. Pembatasan jenis layanan di sore hari ini bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada dan memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga. Dengan demikian, Layanan Sore Puskesmas Mataram dapat berjalan efisien tanpa mengurangi standar pelayanan.
Inovasi Pembiayaan dan Peningkatan Pendapatan BLUD
Pembukaan layanan poliklinik sore ini tidak hanya merupakan upaya peningkatan layanan masyarakat, tetapi juga menjadi sumber pembiayaan inovasi bagi puskesmas. Saat ini, banyak puskesmas telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), yang memungkinkan mereka untuk mengelola keuangan secara lebih fleksibel. Layanan sore diharapkan dapat menambah pendapatan operasional puskesmas.
Melalui Layanan Sore Puskesmas Mataram, diharapkan dapat terjadi peningkatan pendapatan, yang pada gilirannya akan mendukung operasional dan pengembangan fasilitas. Jika petugas di puskesmas mampu memberikan layanan terbaik, hal ini akan menarik lebih banyak kepesertaan BPJS. Peningkatan kualitas layanan akan menjadi daya tarik utama bagi masyarakat untuk memilih puskesmas sebagai fasilitas kesehatan utama.
Selain itu, pasien umum juga akan cenderung memilih fasilitas layanan kesehatan yang dinilai baik dan memuaskan. "Begitu juga dengan pasien umum. Mereka tentu akan memilih fasilitas layanan kesehatan yang dinilai baik dan memuaskan," kata Emirald. Ini menunjukkan bahwa kualitas layanan adalah kunci untuk menarik pasien dan meningkatkan keberlanjutan finansial puskesmas yang berstatus BLUD.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5158422/original/012721900_1741665141-kata-kata-untuk-stop-bullying.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475190/original/073855700_1768554990-TPA_Benowo_mengubah_sampah_menjadi_energi_listrik.jpeg)



