DPK Bangka Barat Perkuat Literasi Kearifan Lokal, Dorong Generasi Muda Berkarya Sejarah Mentok
DPK Bangka Barat perkuat literasi kearifan lokal, dorong generasi muda mendokumentasikan sejarah Mentok, khususnya Perang Dunia II, sebagai fondasi pembangunan karakter.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Bangka Barat aktif memperkuat literasi berbasis kearifan lokal. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen daerah untuk membangun sumber daya manusia yang berkarakter kuat. Inisiatif ini bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai budaya dan sejarah setempat.
Kepala DPK Bangka Barat, Farouk Yohansyah, menyatakan bahwa pihaknya terus mendorong masyarakat, terutama generasi muda, untuk melakukan kajian mendalam. Kajian tersebut diharapkan dapat diwujudkan dalam bentuk karya tulis atau konten digital. Hal ini penting untuk mendokumentasikan kekayaan lokal.
Upaya ini juga bertujuan untuk menjadikan arsip dan buku sejarah sebagai jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Dengan demikian, pemahaman akan sejarah lokal dapat terus diwariskan. Ini menjadi langkah strategis dalam membangun jati diri daerah.
Menggali Jejak Sejarah Perang Dunia II di Mentok
Sumbangan buku terkait tragedi Perang Dunia II yang terjadi di Mentok menjadi contoh nyata dari upaya penguatan literasi ini. Buku karya salah satu pemerhati sejarah lokal ini diharapkan dapat memicu semangat berkarya di kalangan generasi muda. Karya semacam ini sangat berharga untuk dokumentasi sejarah.
Farouk Yohansyah menjelaskan bahwa buku tersebut tidak hanya merekam peristiwa masa lalu, tetapi juga menghadirkan refleksi mendalam. Refleksi ini menyoroti jejak sejarah Kota Mentok sebagai bagian dari dinamika global Perang Dunia II. Mentok memiliki nilai sejarah strategis yang perlu diangkat.
Sebagai daerah dengan nilai sejarah yang strategis, Mentok menyimpan banyak kisah perjuangan, penderitaan, dan ketangguhan manusia. Kisah-kisah ini patut dikenang dan dipelajari oleh generasi masa kini serta masa depan. Melalui buku ini, sejarah lokal tidak akan hilang ditelan waktu, melainkan terdokumentasi dengan baik.
Memperkaya Khazanah Koleksi dan Inspirasi Berkarya
Keberhasilan penulis dalam meluncurkan buku sejarah ini diyakini akan memberikan sumbangsih besar bagi pembangunan daerah. Terutama, ini akan memperkuat literasi berbasis kearifan lokal secara signifikan. Buku ini juga menjadikan arsip dan sejarah sebagai jembatan penting antar generasi.
Dengan adanya buku tersebut, khazanah koleksi sejarah Perang Dunia II di Kota Mentok yang ada di perpustakaan akan semakin bertambah. Buku ini akan ditempatkan pada koleksi khusus karena jumlahnya terbatas. Ini adalah koleksi dokumenter yang tidak dipinjamkan secara umum, namun dapat dibaca di perpustakaan oleh pemustaka.
DPK Bangka Barat berharap tulisan ini dapat memicu dan menjadi pemantik bagi individu lain untuk berkarya dengan tema serupa. Bangka Barat memiliki banyak potensi bahan yang bisa diangkat menjadi sebuah karya. Semakin banyak tulisan hasil kajian mendalam, semakin luas akses pengetahuan dan kesadaran sejarah.
Pentingnya Sejarah Lokal untuk Jati Diri Bangsa
Penulis buku "Tragedi Perang Dunia II di Kota Mentok dalam Kilasan Sejarah," Syarifudin Isa, menjelaskan detail isi karyanya. Buku dokumenter ini mengulas kronologi peristiwa penting selama Perang Dunia II. Ini mencakup konteks global jatuhnya Pearl Harbour, masuknya tentara Jepang ke Mentok, hingga berbagai penyerangan dan pendudukan.
Melalui narasi detail yang disajikan, pembaca diharapkan dapat memahami sejarah dari berbagai sisi. Ini termasuk sisi kemanusiaan, dampak perang, serta peran strategis Mentok pada masa itu. Pemahaman mendalam ini diharapkan dapat memberikan gambaran untuk pengembangan daerah, sekaligus menyejahterakan masyarakat setempat.
DPK Bangka Barat akan terus berupaya agar semakin banyak anak muda tertarik menulis berbasis sejarah lokal. Buku-buku semacam ini akan menjadi sumber inspirasi dan bahan pembelajaran yang berharga. Sejarah adalah fondasi penting dalam membangun jati diri, karakter, dan masa depan Bangka Barat yang berbudaya dan berpengetahuan.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473684/original/015489900_1768452402-Laras.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5386099/original/078137900_1760954214-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4925725/original/057656600_1724384228-WhatsApp_Image_2024-08-23_at_09.07.09__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473762/original/069743600_1768455348-Laras_Faizati_Khairunnisa.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2992830/original/020508800_1576041384-IMG_2172.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473821/original/035346300_1768458738-IMG_8470.jpeg)











