Prabowo Minta Skema Beasiswa Dievaluasi, Dorong Alokasi LPDP Diperbanyak buat Jurusan STEM
Prabowo berharap agar semakin banyak pelajar yang mendapat akses pendidikan di universitas.

Presiden Prabowo Subianto ingin agar jumlah mahasiswa perguruan tinggi penerima beasiswa ditambah sebanyak mungkin. Sebab, dari total 9,9 juta mahasiswa yang sedang belajar, baru 1,1 juta yang menerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Untuk itu, Prabowo meminta jajaran menterinya mengevaluasi dan menghitung ulang skema penerimaan beasiswa. Hal ini agar semakin banyak pelajar yang mendapat akses pendidikan di universitas.
"Nah di situlah juga Bapak Presiden memberikan arahan untuk kepada kami, terutama Mendikti Saintek dan kami sebagai Mensesneg untuk mencoba menghitung ulang, memformulasikan ulang bagaimana memperbesar, memperbesar sebanyak-banyaknya penerima beasiswa," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Dorong Alokasi LPDP Diperbanyak buat Jurusan STEM
Menurut dia, Presiden Prabowo mendorong agar alokasi beasiswa LPDP diperbanyak untuk jurusan-jurusan Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM). Bahkan, Prabowo ingin alokasi beasiswa LPDP untuk jurusan tersebut di atas 80 persen.
"Tadi juga beliau memberikan arahan untuk alokasi peruntukan dari beasiswa LPDP untuk diperbanyak ke STEM. Tadi beliau sempat menyampaikan berharap mencapai di atas 80 persen," ujarnya.
Prasetyo menyampaikan hal ini dilakukan karena pemerintah tengah fokus mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain. Khususnya, dalam hal penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Karena kita memang konsentrasi untuk mengejar ketertinggalan kita terlebih dahulu di dalam hal penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi," tutur Prasetyo.
Prabowo Kumpulkan 1.200 Akademisi
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan 1.200 akademisi yang terdiri dari, rektor dan guru besar dari perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/11/2026).
Prabowo akan berdiskusi dan menyampaikan pandangannya terkait kondisi Indonesia, geopolitik, hingga rencana besar yang harus dilakukan pemerintah.
"Ini bagian dari agenda Bapak Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan untuk berdiskusi, menyampaikan pandangan-pandangan beliau, update-update terhadap kondisi negara kita maupun kondisi geopolitik, dan rencana-rencana besar yang harus kita kerjakan ke depan," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Menurut dia, Prabowo ingin berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait rencana besar yang harus dilakukan pemerintah dengan para akademisi. Prasetyo menyebut Presiden Prabowo sangat memperhatikan masalah pendidikan, swasembada pangan, dan swasembada energi menuju Indonesia Emas 2045.
"Kita pahami pendidikan adalah salah satu pondasi dan faktor kunci, jadi selain kita mengejar dan bekerja keras mencapai swasembada pangan, swasembada energi, maka salah satu pondasi utamanya adalah sumber daya manusia, mengawakkan baik sekarang maupun ke depan menuju Indonesia Emas 2045," jelasnya.
Prasetyo menyampaikan pertemuan tersebut digelar secara tertutup. Sebab, kata dia, banyak hal teknis yang akan dibahas oleh Presiden Prabowo dan para rektor serta guru besar.
"Mohon maaf, mungkin kali ini memang agendanya tertutup karena banyak hal yang memang mau dibicarakan secara teknis antara Bapak Presiden dengan para rektor dan para guru besar," tutur Prasetyo.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462366/original/095961900_1767572953-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475849/original/036253300_1768664192-20260117_192835.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475854/original/014289600_1768664377-114456.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475845/original/086013600_1768663765-114070.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475789/original/083728200_1768652285-113192.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475773/original/014572800_1768649118-Pesawat_ATR_42-500.png)





















