Dukungan Pemerintah Pusat Pacu Optimisme Pemulihan Agam Pascabencana
Bupati Agam Benni Warlis optimis daerahnya segera bangkit pascabencana berkat dukungan penuh dari pemerintah pusat. Kehadiran pejabat tinggi negara menjadi bukti nyata komitmen kuat dalam pemulihan Agam.

Bupati Agam, Sumatera Barat, Benni Warlis menyatakan optimisme tinggi terhadap percepatan pemulihan daerahnya pascabencana. Pernyataan ini disampaikan saat peresmian hunian sementara di Lapangan Sepak Bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, pada Sabtu (24/1). Ia menegaskan bahwa dukungan penuh dari pemerintah pusat menjadi faktor kunci kebangkitan Agam.
Kehadiran sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, menunjukkan perhatian serius. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga telah meninjau lokasi bencana. Ini membuktikan komitmen pemerintah pusat untuk membantu masyarakat Agam.
Bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 menyebabkan kerugian besar di Agam, Sumatera Barat. Banjir bandang, tanah longsor, dan banjir merusak ribuan rumah serta infrastruktur vital. Pemulihan daerah ini membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah daerah dan pusat.
Peran Sentral Dukungan Pemerintah Pusat dalam Pemulihan Agam
Bupati Benni Warlis secara terbuka menyampaikan terima kasih atas sumbangsih dan upaya Pemerintah Republik Indonesia. Ia menekankan bahwa dukungan pemerintah pusat, baik moril maupun materil, sangat tinggi. Hal ini memberikan harapan baru bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Agam merupakan daerah terparah di Sumatera Barat yang dilanda bencana hidrometeorologi. Bencana tersebut tidak hanya menyebabkan korban jiwa tetapi juga merusak 2.283 unit rumah. Infrastruktur vital juga mengalami kerusakan parah, mengganggu aktivitas warga.
Kerugian akibat bencana di Agam diperkirakan mencapai Rp8 triliun. Sementara itu, dana yang dibutuhkan untuk rekonstruksi pascabencana mencapai Rp3,6 triliun. Angka ini jauh melampaui kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Agam dan Provinsi Sumatera Barat.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Agam sangat membutuhkan uluran tangan dari pemerintah pusat dan telah mengusulkannya pada Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Kehadiran para menteri menegaskan bahwa masyarakat Agam tidak sendirian dalam menghadapi cobaan ini.
Koordinasi dan Pembentukan Satuan Tugas Percepatan Pemulihan
Menko PMK Pratikno menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga untuk terlibat aktif. Instruksi ini bertujuan mempercepat proses pemulihan pascabencana di seluruh wilayah Sumatera. Sinergi antarlembaga menjadi kunci efektivitas penanganan.
Untuk mengimplementasikan instruksi tersebut, pemerintah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera. Satgas ini akan mengoordinasikan berbagai upaya pemulihan. Fokus utamanya adalah memastikan bantuan dan pembangunan kembali berjalan lancar.
Pembentukan Satgas ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani dampak bencana secara komprehensif. Diharapkan, dengan adanya Satgas, proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan lebih terarah dan efisien. Ini penting untuk mengembalikan kehidupan normal masyarakat Agam.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482811/original/027935300_1769254413-IMG_7051.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482788/original/034488500_1769250453-G_a6Q8XbYAAsm42.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482438/original/071932200_1769206214-Inter_Milan_vs_Pisa_lagi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5456635/original/096053100_1766912433-david.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482703/original/032905200_1769240466-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481618/original/046441300_1769139854-6.jpg)











