Kalahkan 20 Negara, SMPN 1 Sampit Raih Tiga Penghargaan Bergengsi di Malaysia
SMPN 1 Sampit Raih Penghargaan Internasional di ajang World Sustainable Development Goal Challenge Malaysia, membuktikan kualitas pendidikan Indonesia di kancah global.

SMPN 1 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, baru-baru ini menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Sekolah tersebut berhasil meraih tiga penghargaan bergengsi pada ajang World Sustainable Development Goal Challenge yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kapasitas pelajar dan pendidik Indonesia di mata dunia.
Dua siswi berprestasi, Elena Giselle Lantan dan Ilonka Rezky Hyzkia, bersama guru pembimbing inovatif, Esther Rachmadiasari, menjadi motor penggerak pencapaian ini. Mereka menunjukkan dedikasi tinggi dalam bidang penelitian dan inovasi, membawa nama baik daerah dan bangsa. Dukungan penuh dari orang tua siswa serta Dinas Pendidikan Kotim turut berperan penting dalam kesuksesan ini.
Dengan raihan tiga penghargaan tersebut, perwakilan Indonesia dengan bangga mengibarkan bendera Merah Putih di ajang internasional. Mereka berhasil mengungguli peserta dari berbagai negara, menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki potensi besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi berkelanjutan.
Tiga Penghargaan Bergengsi dari Sampit
SMPN 1 Sampit berhasil membawa pulang tiga penghargaan prestisius dari World Sustainable Development Goal Challenge. Penghargaan pertama adalah Gold Award Teacher Innovation yang diberikan kepada guru pembimbing terbaik, Esther Rachmadiasari. Inovasi yang dipresentasikan Esther Rachmadiasari dalam mendampingi siswa secara istimewa melalui kegiatan penelitian berhasil mengalahkan perwakilan guru dari 20 negara.
Selain itu, kedua siswi, Elena Giselle Lantan dan Ilonka Rezky Hyzkia, juga meraih dua penghargaan sekaligus. Mereka dianugerahi Gold Award Research Student atas hasil karya penelitian yang luar biasa. Tidak hanya itu, kemampuan presentasi mereka juga diakui dengan diraihnya The Best Data Presentation Student, sebuah penghargaan untuk penampil dengan data presentasi paling menarik.
Kepala SMPN 1 Sampit, Suyoso, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini. "Alhamdulillah, berkat dukungan orang tua siswa serta Dinas Pendidikan mewakili Pemkab Kotim sehingga SMPN 1 Sampit dapat menunaikan amanat dari negeri untuk jenjang SMP di tingkat internasional melalui penelitian dan guru inovasi," ujarnya, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dalam meraih prestasi.
Kompetisi Ketat dengan Peserta dari Berbagai Benua
Ajang World Sustainable Development Goal Challenge ini dikenal memiliki tingkat kompetisi yang sangat ketat. Suyoso menceritakan, lebih dari 4.000 peserta dari 20 negara turut berpartisipasi dalam lomba ini, menampilkan berbagai macam inovasi dari jenjang Sekolah Dasar hingga perguruan tinggi. Ini menunjukkan betapa tingginya standar dan kualitas kompetisi yang dihadapi oleh perwakilan SMPN 1 Sampit.
Peserta datang dari berbagai belahan dunia, mulai dari Brazil yang merupakan peserta terjauh, hingga negara-negara dari Timur Tengah, Eropa, dan beberapa negara bekas Uni Soviet. "Banyaknya negara yang terlibat menunjukkan betapa ketatnya kompetisi ini," sebut Suyoso. Keberagaman peserta ini juga memperkaya wawasan dan pengalaman bagi para delegasi Indonesia.
Metode lomba menggunakan sistem open presentation, di mana para peserta diberi kesempatan untuk mempresentasikan karya mereka melalui anjungan masing-masing. Sistem ini memungkinkan pengunjung untuk melihat langsung inovasi yang ditampilkan, menciptakan interaksi dan pertukaran ide yang dinamis di antara para inovator muda dan pendidik dari seluruh dunia.
Inovasi Kolaboratif dan Apresiasi Pemerintah Daerah
Inovasi kolaboratif yang dilakukan oleh Esther Rachmadiasari, yang juga merupakan Kepala SMK Ambarwati Tanjung Mas Sampit, menjadi sorotan utama. Pendekatan ini merupakan aktualisasi dari pelaksanaan pembelajaran mendalam, salah satunya dilakukan dengan metode inkuiri kolaboratif. Suyoso berharap inovasi semacam ini dapat menjadi inspirasi bagi guru dan kepala sekolah lain.
"Inovasi ini memiliki nilai inspiratif yang sangat tinggi untuk direplikasi oleh para guru dan kepala sekolah lainnya yang saat ini sedang mengembangkan pembelajaran mendalam, sehingga diharapkan dapat menjadi contoh yang baik," demikian Suyoso. Ini menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hanya terletak pada hasil akhir, tetapi juga pada proses dan metode yang inovatif.
Kepala Dinas Pendidikan Muhammad Irfansyah turut menyampaikan rasa bangga atas prestasi luar biasa yang diraih pelajar dan guru Kotim. "Capaian ini membuktikan generasi muda Kotim mampu bersaing di tingkat dunia," kata Irfansyah. Ia juga berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi pelajar lain untuk terus berinovasi dan mengharumkan nama daerah serta bangsa di masa depan.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475773/original/014572800_1768649118-Pesawat_ATR_42-500.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475771/original/088967700_1768649021-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_18.10.18.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475762/original/037504600_1768647454-112529.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475758/original/042359500_1768646932-Pencarian_pesawat_ATR_hilang_kontak_di_Maros.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475744/original/094296200_1768646383-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_16.55.59.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4732017/original/005456000_1706775183-000_347D8B7.jpg)











