Kanada Pertegas Komitmen Kuat Kerja Sama Global di Tengah Penarikan Diri AS
Kanada menegaskan akan terus melanjutkan kerja sama global dengan negara-negara sejalan, meskipun Amerika Serikat menarik diri dari puluhan organisasi internasional, menunjukkan komitmen kuat terhadap multilateralisme.

Sekretaris Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional, Randeep Sarai, menyatakan komitmen negaranya untuk terus berkontribusi pada komunitas global. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers di Jakarta pada hari Selasa, 13 Januari 2026. Kanada akan tetap bekerja sama dengan negara-negara yang memiliki nilai sejalan, meskipun Amerika Serikat telah mengambil langkah untuk menarik diri dari berbagai organisasi internasional.
Keputusan Kanada ini muncul sebagai respons terhadap langkah Washington yang menarik diri dari puluhan organisasi internasional. Sarai menegaskan bahwa Ottawa tetap teguh pada prinsip multilateralisme dan kemitraan internasional yang konstruktif. Hal ini menunjukkan posisi Kanada yang berbeda dengan kebijakan isolasionis yang diambil oleh AS.
Penarikan diri AS ini didasarkan pada Memorandum Kepresidenan yang ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump pada 7 Januari 2026. Memorandum tersebut memerintahkan penarikan partisipasi dan pendanaan dari 66 organisasi internasional, termasuk 31 entitas PBB, yang dianggap tidak lagi melayani kepentingan nasional AS.
Komitmen Kanada pada Multilateralisme dan Kemitraan Global
Kanada berkomitmen kuat untuk mempertahankan kerja sama global dengan negara-negara yang memiliki visi serupa. Sarai menekankan bahwa Kanada akan terus berkolaborasi dengan mitra di G7, G20, dan negara-negara lain. Pendekatan ini menunjukkan dedikasi Ottawa untuk menjaga stabilitas dan kemajuan di panggung internasional.
Pemerintah Kanada juga berencana untuk terus melobi dan mendorong negara-negara lain agar meningkatkan kontribusi mereka terhadap tujuan-tujuan global yang pendanaannya berkurang. Upaya ini penting untuk mengisi kesenjangan pendanaan yang muncul akibat penarikan bantuan dari beberapa pihak. Kanada berupaya menjadi kekuatan pendorong bagi kolaborasi internasional yang lebih kuat.
Meskipun menghadapi tantangan, Kanada melihat adanya inisiatif baru yang muncul untuk mengatasi kekurangan dana pembangunan. Pemanfaatan modal swasta, pembiayaan campuran, serta dukungan dari yayasan filantropi menjadi solusi alternatif yang sedang digali. Inisiatif ini diharapkan dapat menutup sebagian kesenjangan pendanaan yang ada.
Dampak Penarikan AS dan Solusi Alternatif Pendanaan
Pemotongan anggaran dan penarikan bantuan oleh Amerika Serikat serta sejumlah lembaga internasional telah menyebabkan berkurangnya dana pembangunan internasional di berbagai kawasan. Kondisi ini menciptakan tantangan signifikan bagi upaya pembangunan di banyak negara. Kekurangan dana tersebut tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh satu atau beberapa negara saja.
Negara-negara penerima bantuan kini semakin proaktif dalam mencari pendekatan alternatif untuk menyelesaikan persoalan pembangunan mereka. Mereka tidak lagi terlalu bergantung pada negara atau organisasi yang memilih mundur dari kerja sama internasional. Ini mencerminkan adaptasi strategis untuk memastikan keberlanjutan proyek pembangunan.
Kanada melihat adanya peningkatan kontribusi dari mitra lain yang ingin terlibat lebih jauh dalam pembangunan internasional. Sarai menyebutkan bahwa hal ini terlihat di kawasan Teluk dan sejumlah negara lain. Perkembangan ini memberikan harapan baru bagi pendanaan proyek-proyek global yang vital.
Kebijakan Penarikan AS dan Implikasinya
Presiden AS Donald Trump menandatangani Memorandum Kepresidenan pada 7 Januari 2026 yang menginstruksikan penarikan diri dari 66 organisasi internasional. Keputusan ini mencakup 35 organisasi non-PBB dan 31 entitas PBB. Alasan di balik penarikan ini adalah bahwa organisasi-organisasi tersebut dinilai tidak lagi melayani kepentingan nasional AS.
Memorandum tersebut secara spesifik menginstruksikan seluruh kementerian dan badan eksekutif AS untuk menghentikan partisipasi dan pendanaan. Organisasi yang ditargetkan dianggap bertentangan dengan kepentingan nasional, keamanan, kemakmuran ekonomi, atau kedaulatan Amerika Serikat. Kebijakan ini menandai pergeseran signifikan dalam pendekatan AS terhadap diplomasi multilateral.
Langkah AS ini berpotensi memiliki implikasi luas terhadap struktur dan pendanaan kerja sama global. Meskipun demikian, Kanada dan mitra lainnya bertekad untuk mengisi kekosongan yang mungkin timbul. Mereka berupaya memastikan bahwa tujuan-tujuan global tetap dapat tercapai melalui upaya kolektif.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5473533/original/062462200_1768448014-Potret_sisi_belakang_bodi_Redmi_Note_15_Pro___3_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5230117/original/034150500_1747982924-164de385-e3aa-4c64-8e87-f03c5050a208.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474699/original/045075600_1768530854-Tersangka_kasus_pembunuhan_calon_LC_di_Batam.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474561/original/035946000_1768485082-IMG_6630.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2291730/original/084142500_1532581315-pelat.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474645/original/061677600_1768515913-lamine-yamal-barcelona-mario-garcia-racing-santander-berebut-bola-copa-del-rey.jpg)




