Kemendikti Saintek Mobilisasi Ribuan Perguruan Tinggi Penanganan Bencana di Sumatera
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) memobilisasi ribuan mahasiswa dari lebih 80 Perguruan Tinggi untuk Penanganan Bencana di Sumatera, menegaskan peran vital kampus dalam memberikan solusi nyata bagi bangsa.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) telah menggerakkan ribuan mahasiswa dari lebih 80 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Mereka berpartisipasi aktif dalam upaya pemulihan pasca-bencana di tiga provinsi Sumatera. Inisiatif ini mencakup wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana alam.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengungkapkan bahwa mobilisasi ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden mengenai operasi tanggap bencana. Operasi ini tersebar di 31 kota dan kabupaten serta 104 kecamatan. Keterlibatan puluhan perguruan tinggi ini menunjukkan komitmen nyata dunia akademik.
Sebanyak 3.746 tenaga medis, 1.267 tenaga kesehatan, dan 219 sukarelawan telah dikerahkan. Mereka terdiri dari dokter umum, dokter gigi, spesialis, dan mahasiswa kedokteran. Kontribusi ini menegaskan bahwa universitas berperan lebih dari sekadar pengamat, melainkan juga pemberi solusi bagi permasalahan bangsa.
Peran Aktif Perguruan Tinggi dalam Penanganan Bencana
Menteri Brian Yuliarto menjelaskan, 82 perguruan tinggi yang terlibat telah mengerahkan sumber daya manusia. Ribuan personel ini didedikasikan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. Mereka memberikan bantuan medis dan dukungan kesehatan di berbagai titik lokasi.
Keterlibatan aktif Perguruan Tinggi dalam Penanganan Bencana ini membuktikan bahwa institusi pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab sosial yang besar. Mereka tidak hanya fokus pada pendidikan dan penelitian, namun juga berkontribusi langsung dalam penanganan krisis kemanusiaan.
Jumlah institusi pendidikan tinggi di Indonesia mencapai 4.614, baik negeri maupun swasta. Dengan lebih dari 303.000 dosen dan 9,9 juta mahasiswa aktif, potensi sumber daya manusia ini sangat besar untuk mendukung pembangunan.
Setiap tahun, sekitar 1,7 juta mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu lulus dari universitas. Mereka adalah sumber daya manusia maju yang berperan vital dalam memajukan bangsa. Kontribusi mereka sangat penting dalam menghadapi tantangan nasional.
Peningkatan Anggaran Riset dan Prioritas Nasional
Di kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan peningkatan pagu dana riset. Anggaran riset akan naik menjadi Rp12 triliun pada tahun 2026, dari sebelumnya Rp8 triliun.
Kenaikan anggaran ini bertujuan untuk memperkuat aktivitas penelitian di universitas. Kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga diharapkan meningkat. Hal ini akan mendorong inovasi dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Presiden Prabowo juga meminta perguruan tinggi untuk memprioritaskan riset. Riset tersebut harus mendukung program swasembada pangan dan energi. Selain itu, industrialisasi dan program hilirisasi juga menjadi fokus utama.
Arahan ini disampaikan di hadapan 1.200 profesor, dekan, dan rektor dari seluruh Indonesia. Penekanan pada riset strategis ini menunjukkan komitmen pemerintah. Pemerintah ingin memanfaatkan potensi akademik untuk mencapai tujuan pembangunan nasional.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474567/original/045852200_1768486517-1000651852.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474537/original/056082100_1768484276-PHOTO-2026-01-15-14-38-24.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474561/original/035946000_1768485082-IMG_6630.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474506/original/057058400_1768480771-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_19.36.12.jpeg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/4989902/original/056698400_1730703092-3282768f-65a3-45c6-8d68-08e86fa380b1__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472059/original/075252200_1768308782-Tangkapan_layar__Guru_SD_di_Lampung_Marah_Gara-Gara_Menu_MBG_Basi_Diduga_Bikin_Siswa_Keracunan.jpg)





















