Khamenei Peringatkan Demonstran Iran soal Campur Tangan Asing dan Kecam Trump
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, Peringatkan Demonstran Iran agar tidak berkolaborasi dengan pihak asing, seraya mengecam Presiden AS Donald Trump yang dinilai memanfaatkan keresahan publik dan menyerukan persatuan nasional.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Jumat (9/1) mengeluarkan peringatan keras kepada para demonstran di negaranya. Beliau secara tegas melarang adanya “kolaborasi dengan pihak asing” di tengah gelombang protes yang terus berlangsung. Peringatan ini disampaikan dalam pidato publik yang menyoroti situasi politik dan sosial Iran.
Khamenei juga secara langsung mengecam Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang dinilainya memanfaatkan keresahan publik. Ia menuding Trump memiliki “tangan yang berlumuran darah rakyat Iran” namun tetap mengeklaim berada di pihak masyarakat Iran. Kecaman ini menambah panas tensi hubungan antara kedua negara.
Dalam pidatonya, Khamenei menyerukan persatuan nasional dan kesiapsiagaan bangsa Iran menghadapi setiap musuh. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di Iran, yang dipicu oleh keluhan ekonomi dan sosial sejak akhir Desember tahun lalu.
Peringatan Keras Khamenei terhadap Campur Tangan Asing
Ayatollah Ali Khamenei dengan tegas menyatakan bahwa ia tidak bisa menoleransi kolaborasi dengan pihak asing. Beliau memperingatkan bahwa siapa pun yang menjadi agen kolaborator akan segera ditolak oleh rakyat Iran dan rezim Iran. Pesan ini menekankan kedaulatan dan integritas nasional Iran.
Khamenei juga menuding Donald Trump bersikap tidak bertanggung jawab dan tidak peduli terhadap warga sipil Iran. Menurutnya, Trump hanya berpura-pura berada di pihak masyarakat Iran, padahal tangannya berlumuran darah. Tuduhan ini menggambarkan ketidakpercayaan Iran terhadap motif AS.
Pemimpin tertinggi tersebut juga menyindir para demonstran yang mungkin mempercayai Trump. “Mereka, para demonstran itu, bisa saja mempercayainya. Mereka membakar tempat sampah hanya untuk menyenangkannya,” ujar Khamenei, mengindikasikan bahwa sebagian aksi protes mungkin terpengaruh oleh retorika asing.
Latar Belakang Protes dan Kondisi Sosial Ekonomi
Gelombang demonstrasi di Iran telah berlangsung sejak akhir Desember, dipicu oleh berbagai keluhan ekonomi dan sosial yang mendalam. Aksi protes ini bermula pada 28 Desember di Grand Bazaar Teheran menyusul anjloknya nilai tukar rial Iran dan memburuknya kondisi ekonomi.
Protes kemudian menyebar dengan cepat ke sejumlah kota lain di seluruh negeri, menunjukkan skala ketidakpuasan yang luas. Otoritas Iran belum merilis angka korban resmi, namun situasi di lapangan menunjukkan eskalasi konflik.
Human Rights Activists News Agency melaporkan bahwa pada hari ke-12 kerusuhan, setidaknya 42 orang tewas, termasuk delapan personel keamanan. Selain itu, puluhan lainnya luka-luka serta sebanyak 2.277 orang ditangkap. Angka ini menunjukkan dampak serius dari gelombang demonstrasi tersebut.
Ancaman AS dan Konsekuensi Berat
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump pada Kamis (8/1) mengeluarkan ancaman serius terhadap Iran. Trump menyatakan bahwa AS akan menyerang Iran “sangat keras” jika negara tersebut mulai membunuh para demonstran. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara dengan Hugh Hewitt Show.
Trump menegaskan bahwa Iran telah diperingatkan dengan sangat tegas mengenai konsekuensi berat jika tindakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa dilakukan. “Jika mereka mulai membunuh pengunjuk rasa, yang cenderung mereka lakukan selama kerusuhan, dan mereka sering mengalami kerusuhan, jika itu terjadi, kami akan menghajar mereka dengan sangat keras,” kata Trump.
Ancaman ini menambah kompleksitas situasi di Iran, menempatkan pemerintah Iran di bawah tekanan ganda. Mereka harus menghadapi protes internal sekaligus ancaman intervensi eksternal dari Amerika Serikat.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5158422/original/012721900_1741665141-kata-kata-untuk-stop-bullying.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475190/original/073855700_1768554990-TPA_Benowo_mengubah_sampah_menjadi_energi_listrik.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2818452/original/068180400_1559103065-Screenshot_2019-05-13-17-09-10-899_com.miui.videoplayer.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475125/original/017162900_1768551859-Biawak_terjepit_pintu.png)






















